Layanan pasang iklan media : 082173436941
Terkini
31
×

Sebarkan artikel ini

*Pembangunan Jembatan di Hutan Belantara Mengundang Pertanyaan*

 Seram bagian Timur,  FaktaMalut,Com – Proyek pembangunan jembatan di tengah hutan belantara telah menjadi sumber kontroversi di Desa Bati Keliwouw. Masyarakat mempertanyakan keputusan ini, mengingat lokasi yang dianggap tidak strategis dan tidak memberikan manfaat langsung bagi warga desa. Mereka merasa proyek ini tidak layak dan mencurigai adanya ketidakberesan dalam penggunaan anggaran desa tahun 2022.

Promosi usaha atau Personal branding Anda??
Hubungi kami sekarang untuk informasi lebih lanjut.

Warga desa mengungkapkan bahwa jembatan yang dibangun di hutan tidak akan banyak digunakan oleh penduduk setempat. Sebaliknya, mereka menilai pembangunan infrastruktur seharusnya difokuskan pada area yang lebih dekat dengan pemukiman, sehingga dapat digunakan secara efektif oleh masyarakat sehari-hari. “Pembangunan jembatan di sini seperti membangun sesuatu yang tidak akan pernah digunakan,” ujar salah satu warga yang enggan disebut namanya.

Mantan Sekretaris Desa (Sekdes) Bati Keliwouw, yang bertanggung jawab atas alokasi anggaran, dituduh menggunakan dana desa secara tidak benar untuk proyek ini. Beberapa warga mencurigai bahwa proyek jembatan tersebut hanya untuk menghabiskan anggaran tanpa memperhatikan kebutuhan nyata masyarakat. “Anggaran yang besar seharusnya digunakan untuk proyek yang bermanfaat langsung bagi kami, bukan untuk sesuatu yang tidak jelas di hutan,” tegas warga lainnya.

Masyarakat mendesak adanya transparansi dalam penggunaan anggaran dan meminta penjelasan rinci mengenai dasar pemilihan lokasi pembangunan jembatan tersebut. Mereka juga meminta audit independen untuk memastikan bahwa tidak ada penyalahgunaan dana desa. “Kami ingin tahu kemana uang kami digunakan. Pemerintah desa harus bertanggung jawab dan memberikan laporan yang jelas,” kata seorang tokoh masyarakat setempat.

Situasi ini menyoroti pentingnya partisipasi aktif masyarakat dalam perencanaan dan pelaksanaan proyek pembangunan desa. Pembangunan yang dilakukan tanpa konsultasi atau persetujuan dari masyarakat sering kali menimbulkan ketidakpercayaan dan keraguan. “Pemerintah desa harus melibatkan kami dalam setiap keputusan besar, terutama yang menyangkut anggaran dan pembangunan,” kata salah satu warga.

Kini, masyarakat Desa Bati Keliwouw menunggu langkah selanjutnya dari pemerintah desa dan pihak berwenang. Mereka berharap ada tindakan cepat untuk meninjau ulang proyek tersebut dan memastikan anggaran desa digunakan dengan sebaik-baiknya. “Kami ingin pembangunan yang bermanfaat bagi semua, bukan hanya proyek yang menghabiskan uang tanpa tujuan jelas,” tutup salah satu warga.

Kontroversi ini menjadi pengingat bahwa transparansi, akuntabilitas, dan keterlibatan masyarakat adalah kunci dalam setiap proyek pembangunan desa agar hasilnya benar-benar dirasakan oleh warga setempat.

  1. Wartawan:(Ms Rumalean)