HALMAHERA TENGAH — Rabu 14 Oktober 2026. Semangat petani di Desa Wairoro Indah, Kecamatan Weda Selatan, Kabupaten Halmahera Tengah, tidak surut meskipun menghadapi tantangan musim kemarau panjang. Melalui Demonstrasi Plot (Demplot) yang mendapat dukungan Program Transformasi Ekonomi Kampung Terpadu (TEKAD) Tahun 2025, petani setempat kembali membuktikan bahwa usaha pertanian dapat terus berjalan secara berkelanjutan.
Pada panen semangka keenam, lahan Demplot yang dikelola petani bernama Irfan berhasil menghasilkan sekitar 6 ton semangka. Capaian ini menjadi bukti ketekunan petani dalam menjaga produktivitas lahan sekaligus mempertahankan keberlanjutan usaha pertanian di tengah keterbatasan air akibat kemarau panjang.
Panen tersebut turut dihadiri Fasilitator Kabupaten Halmahera Tengah Bidang Pengembangan Ekonomi, Adam Basirun, bersama Fasilitator Kecamatan Weda Selatan, Rukmana Idrus dan Harmiyati.
Ketiganya hadir untuk melihat langsung hasil usaha petani sekaligus memberikan pendampingan terhadap pengembangan ekonomi masyarakat melalui sektor pertanian.
Ketua Kelompok Dorong Semangat dan Kekompakan Petani
Ketua kelompok tani, Semi, menyampaikan bahwa keberhasilan panen keenam tidak terlepas dari semangat anggota kelompok yang terus bekerja dan menjaga kekompakan dalam mengembangkan tanaman semangka.
Menurutnya, tantangan kemarau panjang tidak boleh menjadi alasan bagi petani untuk menghentikan kegiatan produksi. Sebaliknya, kondisi tersebut harus dihadapi dengan kerja sama, ketekunan, dan komitmen untuk terus mengembangkan usaha pertanian.

“Kami terus memberikan semangat kepada seluruh anggota kelompok agar tetap melakukan kegiatan budidaya semangka secara berkelanjutan. Kekompakan dan solidaritas petani harus selalu dijaga karena keberhasilan ini merupakan hasil kerja bersama,” ujar Semi.
Ia berharap, hasil panen yang terus berulang dapat meningkatkan pendapatan petani sekaligus mendorong anggota kelompok agar semakin mandiri dalam mengelola lahan pertanian.
Fasilitator Kabupaten Halmahera Tengah Bidang Pengembangan Ekonomi, Adam Basirun, menilai keberhasilan panen keenam dengan hasil sekitar 6 ton menunjukkan pentingnya pendampingan dan keberlanjutan usaha pertanian yang telah dikembangkan melalui Program TEKAD.
Menurutnya, bantuan program yang diberikan pada 2025 diharapkan tidak berhenti pada tahap pembangunan atau penanaman awal. Lebih dari itu, dukungan tersebut harus mampu mendorong petani untuk terus berproduksi, mengembangkan usaha, dan memperoleh manfaat ekonomi dalam jangka panjang.
“Keberhasilan panen ini menunjukkan bahwa Demplot yang dikembangkan melalui Program TEKAD dapat terus memberikan manfaat ketika dikelola dengan baik dan didukung semangat petani. Yang terpenting, kegiatan ini harus berkelanjutan dan memberikan dampak nyata terhadap peningkatan pendapatan serta kesejahteraan keluarga petani,” ungkap Adam Basirun.
Ia juga menekankan bahwa pengembangan ekonomi desa melalui sektor pertanian memerlukan kerja sama antara kelompok tani, fasilitator, dan masyarakat. Dengan demikian, Demplot tidak hanya menjadi lokasi percontohan budidaya, tetapi juga menjadi sarana pembelajaran dan penguatan kapasitas petani dalam mengembangkan usaha produktif.
Pendampingan terhadap petani juga menjadi bagian penting dalam keberlanjutan Demplot Wairoro Indah. Fasilitator Kecamatan Weda Selatan, Rukmana Idrus dan Harmiyati, selama ini mendampingi kegiatan pertanian mulai dari pengolahan lahan, proses penanaman, pemeliharaan tanaman, hingga pelaksanaan panen.

Kehadiran fasilitator di lapangan diharapkan membantu petani menjalankan kegiatan budidaya secara lebih terarah, mengenali tantangan yang dihadapi, dan menjaga kesinambungan produksi.
Rukmana Idrus menegaskan pentingnya pendampingan secara konsisten agar petani tidak hanya mampu melakukan penanaman, tetapi juga menjaga kualitas dan produktivitas tanaman hingga masa panen.
“Pendampingan harus dilakukan secara berkelanjutan, mulai dari persiapan lahansampai panen. Kami terus berupaya mendampingi petani agar kegiatan pertanian berjalan dengan baik, meskipun menghadapi tantangan seperti kemarau panjang,”
Sementara itu, Harmiyati menekankan pentingnya keterlibatan aktif petani dalam setiap tahapan kegiatan, termasuk menjaga tanaman, memperhatikan kebutuhan air, dan mempertahankan semangat kelompok.
“Keberhasilan pertanian tidak hanya ditentukan oleh bantuan yang diberikan, tetapi juga oleh ketekunan petani dalam merawat tanaman dan menjaga kekompakan kelompok. Karena itu, pendampingan dan kerja sama harus terus diperkuat agar usaha pertanian dapat berkelanjutan,”
Panen semangka keenam di Demplot Wairoro Indah menjadi gambaran bahwa pengembangan ekonomi masyarakat melalui sektor pertanian membutuhkan proses, pendampingan, dan komitmen jangka panjang.
Meskipun menghadapi kemarau panjang, petani tetap berupaya mempertahankan kegiatan produksi. Hasil panen sekitar 6 ton menjadi capaian yang patut diapresiasi sekaligus menjadi motivasi untuk terus meningkatkan pengelolaan lahan dan produktivitas pertanian.
Keberlanjutan Demplot Wairoro Indah juga memperlihatkan pentingnya dukungan program pemberdayaan yang tidak hanya berorientasi pada pemberian bantuan, tetapi turut mendorong kemandirian masyarakat dalam mengembangkan usaha ekonomi produktif.
Dengan semangat petani, pendampingan fasilitator, dan pengelolaan lahan yang berkesinambungan, Demplot Wairoro Indah diharapkan terus berkembang menjadi salah satu penggerak ekonomi masyarakat Desa Wairoro Indah, Kecamatan Weda Selatan, Kabupaten Halmahera Tengah.
Panen keenam bukan sekadar hasil produksi, melainkan bukti bahwa semangat petani untuk terus berusaha tetap tumbuh meskipun alam menghadirkan tantangan.
















