Layanan pasang iklan media : 082173436941
Terkini

KONI Halmahera Selatan Disorot, Dana Hibah Rp2 Miliar Lebih Diduga Tak Maksimal Dinikmati Puluhan Cabor

85
×

KONI Halmahera Selatan Disorot, Dana Hibah Rp2 Miliar Lebih Diduga Tak Maksimal Dinikmati Puluhan Cabor

Sebarkan artikel ini
Oplus_16908288

FAKTAHALMAHERA.COM— Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Halmahera Selatan kembali menjadi sorotan publik. Pasalnya, dana hibah yang diterima KONI dari Pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan disebut mencapai Rp2 miliar lebih, namun sejumlah cabang olahraga (cabor) dikabarkan hanya menerima bantuan berkisar Rp15 juta hingga Rp20 juta.

Kondisi tersebut memicu kritik dan tanda tanya besar dari kalangan insan olahraga di Halsel. Sebab, di bawah naungan KONI terdapat sekitar lebih dari 20 cabang olahraga aktif yang membutuhkan anggaran besar untuk pembinaan atlet, pelaksanaan latihan, hingga persiapan menghadapi berbagai event olahraga.

Promosi usaha atau Personal branding Anda??
Hubungi kami sekarang untuk informasi lebih lanjut.

“Kalau dana hibah yang diterima KONI mencapai Rp2 miliar lebih, lalu kenapa cabor hanya menerima Rp15 juta sampai Rp20 juta. Ini yang harus dijelaskan secara terbuka kepada publik,” ujar salah satu pengurus cabor yang enggan disebutkan namanya kepada media ini, Jum’at (29/05/2026).

Menurutnya, nominal yang diterima cabor sangat jauh dari kebutuhan riil pembinaan olahraga di daerah. Bahkan, untuk operasional dasar dan kebutuhan perlengkapan atlet saja dinilai belum mencukupi.

Sorotan tajam kini mengarah pada transparansi dan tata kelola anggaran KONI Halsel. Sejumlah pemerhati olahraga mendesak agar rincian penggunaan dana hibah tersebut dibuka secara terang kepada masyarakat agar tidak menimbulkan dugaan negatif maupun polemik berkepanjangan.

“Dana hibah KONI itu bersumber dari uang rakyat melalui APBD, sehingga penggunaannya wajib transparan. Publik berhak mengetahui anggaran miliaran rupiah itu dipakai untuk apa saja,” tegas salah satu pemerhati olahraga Halsel.

Ia juga menilai cabang olahraga merupakan ujung tombak lahirnya atlet berprestasi di Halmahera Selatan. Karena itu, alokasi anggaran seharusnya lebih besar menyentuh kebutuhan pembinaan atlet dan kegiatan olahraga, bukan justru minim dirasakan oleh para cabor.

Sejumlah pihak bahkan meminta Pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan bersama instansi terkait untuk melakukan evaluasi dan audit terhadap penggunaan dana hibah KONI agar pengelolaan anggaran benar-benar tepat sasaran dan tidak menimbulkan dugaan penyimpangan.

“Kalau benar dana hibah mencapai Rp2 miliar lebih sementara puluhan cabor hanya mendapat Rp15 juta hingga Rp20 juta, maka ini wajib dievaluasi serius demi masa depan olahraga Halsel,” tambahnya.

Hingga berita ini diterbitkan, media ini masih berupaya melakukan konfirmasi kepada pihak KONI Halmahera Selatan terkait rincian penggunaan dana hibah serta mekanisme penyaluran anggaran kepada masing-masing cabang olahraga.

 

Redaksi: Draken/”