Layanan pasang iklan media : 082173436941
Terkini

Program TEKAD Dorong Ekonomi Perempuan, 20 Ibu-Ibu Nurweda Dilatih Olah Sagu Jadi Produk Bernilai Jual

46
×

Program TEKAD Dorong Ekonomi Perempuan, 20 Ibu-Ibu Nurweda Dilatih Olah Sagu Jadi Produk Bernilai Jual

Sebarkan artikel ini

FAKTAHALMAHERA.COM — Program Transformasi Ekonomi Kampung Terpadu (TEKAD) melatih 20 ibu-ibu di Desa Nurweda, Kecamatan Weda, Kabupaten Halmahera Tengah, mengolah sagu menjadi produk pangan bernilai ekonomi, yakni brownies crispy dan kue bagea.

Pelatihan yang berlangsung selama tiga hari, 11–13 Oktober 2026, di Kantor Balai Desa Nurweda ini merupakan bagian dari Program TEKAD Tahun 2026 sekaligus tindak lanjut pengembangan produk unggulan desa yang telah diperkenalkan melalui kegiatan Demonstrasi Plot (Demplot) pada 2025.

Promosi usaha atau Personal branding Anda??
Hubungi kami sekarang untuk informasi lebih lanjut.

Kegiatan tersebut bertujuan meningkatkan keterampilan masyarakat, khususnya kaum perempuan, agar mampu mengembangkan potensi sagu menjadi produk olahan yang inovatif dan memiliki peluang usaha.

Selama ini, sagu lebih banyak dimanfaatkan sebagai bahan pangan tradisional, seperti papeda dan sagu lempeng. Melalui pelatihan ini, masyarakat didorong untuk mengembangkan diversifikasi produk sehingga sagu memiliki nilai tambah dan peluang pemasaran yang lebih luas.

Program TEKAD menghadirkan dua narasumber, yakni Dr. Ir. Yusnaini, S.Pt., M.P., IPM., dari Universitas Khairun Ternate, serta Sabilul Huda, S.ST., Kepala Bidang Pemberdayaan UMKM pada Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Halmahera Tengah.

Yusnaini memberikan materi dan pendampingan teknis mengenai pengolahan sagu menjadi produk pangan berkualitas. Sementara itu, Sabilul Huda memberikan pemahaman mengenai pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah agar keterampilan produksi dapat diarahkan menjadi usaha yang berkelanjutan.

Pelatihan tersebut dibuka secara resmi oleh Kepala Desa Nurweda, Sardin Syafi’i. Dalam sambutannya, ia mengajak seluruh peserta mengikuti kegiatan dengan serius dan menerapkan ilmu yang diperoleh untuk mengembangkan usaha setelah pelatihan berakhir.

Sardin juga menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan Program TEKAD yang dinilai memberikan ruang bagi masyarakat untuk mengembangkan potensi ekonomi desa. Ia berharap kegiatan serupa tidak berhenti pada pelatihan, tetapi berlanjut menjadi aktivitas usaha yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Sementara itu, Adam Basirun, Fasilitator Kabupaten Bidang Pengembangan Ekonomi Program TEKAD Kabupaten Halmahera Tengah, menjelaskan bahwa program tersebut merupakan upaya mendorong transformasi ekonomi masyarakat desa melalui pengembangan potensi unggulan lokal.

Menurut Adam, pengolahan sagu menjadi brownies crispy dan kue bagea merupakan salah satu bentuk hilirisasi hasil pertanian untuk meningkatkan nilai tambah produk lokal.

Ia berharap keterampilan yang diperoleh 20 peserta dapat membuka peluang usaha baru sekaligus menjadi sumber pendapatan tambahan bagi keluarga.

Kegiatan ini kemudian ditutup secara resmi oleh Amir Hasyim, Kepala Bidang Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat pada Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Halmahera Tengah, yang juga bertugas sebagai Tim Pelaksana Kabupaten (TPK) Program TEKAD.

Dalam sambutan penutupan, Amir mendorong peserta agar terus mempraktikkan keterampilan yang telah diperoleh dan mengembangkan olahan sagu sebagai produk unggulan Desa Nurweda. Menurutnya, keberhasilan pelatihan harus terlihat dari kemampuan masyarakat menerapkan hasil pembelajaran dalam kegiatan produktif yang berdampak pada peningkatan ekonomi keluarga.

Dukungan terhadap keberlanjutan program juga disampaikan Hidayat Syarif, Fasilitator Kecamatan Weda Program TEKAD. Ia berharap para peserta terus mengembangkan keterampilan produksi agar brownies crispy dan kue bagea berbahan dasar sagu dapat memiliki kualitas yang baik serta berpeluang menembus pasar yang lebih luas.

Ke depan, pengembangan produk olahan sagu tersebut membutuhkan konsistensi produksi, kualitas dan kebersihan pangan, kemasan yang menarik, harga yang kompetitif, serta strategi pemasaran yang tepat.

Melalui kolaborasi Program TEKAD, pemerintah desa, DPMD Kabupaten Halmahera Tengah, Universitas Khairun Ternate, Dinas Koperasi dan UMKM, serta para fasilitator, pengolahan sagu diharapkan mampu berkembang dari kegiatan pelatihan menjadi usaha produktif yang berkelanjutan.

Dengan demikian, sagu tidak hanya menjadi bahan pangan tradisional masyarakat, tetapi juga berpotensi menjadi produk unggulan Desa Nurweda yang membuka peluang usaha bagi kaum perempuan dan meningkatkan pendapatan keluarga.

 

Redaksi: Adan/”