
Halsel, Faktahalmahera.com — Dinamika politik kampus jelang pemilihan Ketua Himpunan Mahasiswa Program Studi (Himapro) Hukum, Fakultas Pendidikan dan Humaniora Universitas Nurul Hasan (UNSAN) Kabupaten Halmahera Selatan, mulai mengerucut. Nama Arfan Rusli kini santer disebut sebagai calon terkuat yang berpeluang besar memimpin Himapro ke depan.
Mahasiswa semester II yang akrab disapa En’ ini berhasil mencuri perhatian berbagai kalangan mahasiswa. Dikenal aktif dalam kegiatan advokasi dan diskusi hukum, Arfan tak asing bagi lingkungan aktivis kampus.
Ia tercatat sebagai pengurus di Pusat Konsultasi dan Bantuan Hukum (PKBH) UNSAN, serta aktif dalam berbagai forum intelektual mahasiswa hukum.
Dukungan terhadap Arfan pun terus mengalir dari berbagai elemen internal kampus, mulai dari kelompok diskusi hingga organisasi mahasiswa lintas angkatan. Tidak sedikit yang menilai Arfan sebagai figur muda yang mampu merepresentasikan semangat perubahan dan inklusivitas di tubuh Himapro.
“Arfan adalah pemimpin yang bisa menyatukan suara. Dia hadir dengan gagasan segar, bukan sekadar jargon, tapi program yang sudah ia jalankan sejak awal,” ujar salah satu mahasiswa hukum yang enggan disebutkan namanya, Jumat (6/6/2025).
Dalam dokumen visi-misinya, Arfan menekankan pentingnya penguatan literasi hukum di kalangan mahasiswa, pemberdayaan melalui advokasi, serta perluasan jaringan kerja sama antara Himapro dan lembaga – lembaga hukum eksternal. Ia juga mendorong terciptanya ruang-ruang kritis yang terbuka dan partisipatif.
Menariknya, hingga berita ini diturunkan, belum ada kandidat lain yang secara resmi menyatakan maju dalam bursa pemilihan. Hal ini semakin menguatkan sinyal bahwa Arfan berpotensi melenggang mulus sebagai Ketua Himapro periode mendatang kecuali ada kejutan politik kampus di detik-detik terakhir.
Di tengah stagnasi organisasi mahasiswa yang sering kali terjebak pada seremonial belaka, kemunculan Arfan Rusli membawa harapan baru. Ia bukan sekadar kandidat, tapi simbol dari semangat generasi baru Himapro yang lebih terbuka, kritis, dan progresif.**(Red)















