Layanan pasang iklan media : 082173436941
Terkini

BARAH Gelar Aksi “Greduk” Jilid II di Kantor Perwakilan Harita Group Labuha

379
×

BARAH Gelar Aksi “Greduk” Jilid II di Kantor Perwakilan Harita Group Labuha

Sebarkan artikel ini

FAKTAHALMAHERA.COM — Kamis, 6 November 2025
Barisan Rakyat Halmahera Selatan (BARAH) kembali menggelar aksi “greduk” jilid II atau kunjungan protes di kantor perwakilan Harita Group di Labuha,di desa tembal pada Kamis dini hari.

Aksi ini merupakan bentuk kekecewaan dan kemarahan masyarakat Desa Kawasi terhadap Harita Group yang dinilai ingkar janji, tidak transparan, dan abai terhadap tanggung jawab sosialnya.

Promosi usaha atau Personal branding Anda??
Hubungi kami sekarang untuk informasi lebih lanjut.

Melalui aksi tersebut, BARAH menyuarakan kembali tuntutan masyarakat yang selama ini diabaikan oleh perusahaan.

Massa menegaskan bahwa aksi jilid II ini merupakan lanjutan dari aksi jilid I  sebelumnya di Desa Kawasi, yang dilakukan karena tidak ada kejelasan tindak lanjut atas kesepakatan bersama antara masyarakat dan pihak CSR Harita Nickel.

BARAH menilai, sejak kehadiran industri nikel Harita Group di wilayah Obi, masyarakat Kawasi harus hidup berdampingan dengan aktivitas pertambangan besar yang justru menimbulkan persoalan sosial, lingkungan, dan ekonomi.
Alih-alih menghadirkan kesejahteraan, kehadiran perusahaan justru dianggap memperlebar kesenjangan dan ketidakadilan.

Program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) yang seharusnya menjadi sarana pemerataan manfaat bagi masyarakat lingkar tambang, menurut BARAH, kini hanya menjadi simbol formalitas tanpa hasil nyata. Janji-janji pembangunan yang pernah disampaikan pihak perusahaan tidak kunjung direalisasikan di lapangan.

Dalam aksi jilid II ini, BARAH kembali menegaskan empat tuntutan konkret masyarakat yang belum terealisasi, yakni:

  • 1. Mendesak CSR Harita Nickel membangun pelabuhan speedboat di Kawasi.
  • 2. Mendesak CSR Harita Nickel mendorong pembagian kuota penumpang speedboat khusus bagi karyawan cuti.
  • 3. Mendesak Harita Nickel memperjelas status kepemilikan pelabuhan kapal penumpang di Kawasi.
  • 4. Mendesak Harita Nickel membuka ruang pemberdayaan bagi kelompok masyarakat penerima manfaat Dana Bagi Hasil (DBH) Kawasi.

BARAH menegaskan bahwa empat poin tersebut sebelumnya telah disetujui oleh pihak CSR Harita Nickel melalui tiga pejabatnya — Nafis (Manager CSR), John (Superintendent CSR), dan Aji (Superintendent CSR) — dalam pertemuan hearing resmi bersama perwakilan masyarakat Kawasi. Namun hingga kini, tidak ada progres, transparansi, maupun kejelasan tindak lanjut dari pihak perusahaan.

Salah satu orator aksi, Ongen, menyampaikan kritik tajam terhadap pihak CSR yang dianggap tidak konsisten menepati komitmen.

 “Pihak CSR tidak konsisten dengan janji-janji yang mereka buat sendiri. Sudah berkali-kali masyarakat menunggu realisasi hasil pertemuan, tapi yang datang hanya alasan dan penundaan,” ujar Ongen dalam orasinya di depan kantor perwakilan HARITA Group, Kamis (06/11/2025).

Sementara itu, Irwan, salah satu orator lainnya, menyoroti persoalan lingkungan yang menurutnya semakin memprihatinkan akibat aktivitas pertambangan di wilayah Obi.

 “Banyak peristiwa pelanggaran lingkungan yang terjadi di sekitar area pertambangan. Pencemaran laut dan kerusakan ekosistem pesisir sudah dirasakan masyarakat, tapi tidak ada langkah nyata dari perusahaan maupun pemerintah,” ungkap Irwan dalam orasinya.

Ketua BARAH, Adi Hi. Adam, menegaskan bahwa aksi jilid II ini merupakan peringatan keras kepada pihak Harita Group agar segera menepati janjinya kepada masyarakat.

 “Kami datang aksi bukan untuk mencari sensasi, tetapi untuk menagih janji yang sudah disepakati. Jika Harita Group terus mengabaikan suara rakyat, kami akan melanjutkan aksi ini dengan langkah-langkah yang lebih besar. Masyarakat Kawasi sudah cukup sabar,” ujar Adi Hi. Adam di sela-sela aksi.

Adi Hi. Adam juga menegaskan bahwa perjuangan ini bukan sekadar tuntutan ekonomi, melainkan panggilan moral sebagai putra daerah.

 “Kami ini anak negeri Halmahera Selatan, dan Pulau Obi juga adalah bagian dari negeri Halmahera Selatan. Jangan ada pihak yang merasa bisa memperlakukan kami seolah-olah tamu di tanah sendiri,” tegasnya.

BARAH memastikan bahwa apabila tuntutan masyarakat tidak segera direspons secara terbuka dan konkret oleh pihak Harita Group, maka organisasi ini akan menggelar Aksi Jilid III di desa kawasi dengan skala yang lebih besar dan melibatkan solidaritas masyarakat dari berbagai wilayah Halmahera Selatan.

 

Redaksi: Draken/”