Layanan pasang iklan media : 082173436941
Terkini

Bupati Halmahera Selatan dan Sultan Bacan memimpin perjalanan maritim Napak Tilas dalam Festival Marabose ke – III

66
×

Bupati Halmahera Selatan dan Sultan Bacan memimpin perjalanan maritim Napak Tilas dalam Festival Marabose ke – III

Sebarkan artikel ini

Hal-Sel : FAKTAHALMAHERA.COM – Bupati Halmahera Selatan, Hasan Ali Bassam Kasuba, bersama Sultan Bacan, Muhammad Irsyad Maulana Sjah, memimpin perjalanan kemaritiman Napak Tilas dalam rangka Festival Marabose yang ke-III pada Minggu, (23/06/2024).

Promosi usaha atau Personal branding Anda??
Hubungi kami sekarang untuk informasi lebih lanjut.

Napak Tilas ini merupakan sejarah Kesultanan Bacan dengan memecahkan rekor muri untuk perjalanan kemaritiman terpanjang dalam satu hari, dari pukul 6 pagi hingga 6 sore.

Dalam kegiatan Napak Tilas, Buapati Halmahera selatan Hasan Ali Bassam Kasuba dan Sultan Bacan Muhammad Irsyad Maulana Syah, menjajaki beberapa Desa di Halsel

Perjalanan dimulai di Desa Dauri Tahane, Pulau Makian, tempat Sultan pertama Muhammad Al-Baqir bertahta. Rangkaian acara diawali dengan doa oleh tokoh adat setempat. Bupati Bassam dan Ompu Sultan Bacan kemudian menaiki perahu Kora-Kora, perahu yang digunakan Sultan pertama saat hijrah ke Bacan. Mereka didampingi oleh perangkat Kesultanan Bacan, Forkopimda, dan jajaran pemerintahan Halmahera Selatan.

Rombongan pertama menuju Desa Talimau, Kecamatan Kayoa, Dalam sambutannya, Bupati Bassam, yang juga dikukuhkan sebagai Ompu Datuk Sipanggala, mengucapkan terima kasih kepada Kesultanan Bacan dan seluruh pihak terkait yang telah mensukseskan Festival Marabose yang ke-III.

Rombongan melanjutkan perjalanan ke Desa Bokimiake, Kecamatan Kayoa Barat, mengunjungi Ake Boki, sumber air yang digunakan Sultan pertama. Kemudian, mereka bertolak ke Desa Kasiruta Dalam, di mana mereka dijemput dengan perahu sampan menuju Bukit Ompu Asal untuk bermunajat meminta keselamatan bagi negeri Saruma.

Perjalanan rombongan Napak Tilas ini berakhir di Pelabuhan Habibi, Desa Labuha, disambut ribuan warga dengan tarian Cakalele lalu berjalan kaki menuju Kedaton Kesultanan Bacan, acara ditutup dengan doa bersama sebagai penghormatan terhadap sejarah dan warisan para leluhur Kesultanan Bacan.(**)