foto ilustrasi.
FAKTAHALMAHERA.COM – Oba Selatan, Tikep – Gelombang kekecewaan warga terhadap pemadaman listrik berulang di wilayah Oba Selatan, Kota Tidore Kepulauan, Maluku Utara, kini mengarah pada tuntutan yang lebih tegas: pemerintah diminta segera mengevaluasi Kepala Unit Perusahaan Listrik Negara (PLN) Sofifi.
Pemadaman yang terjadi tanpa pemberitahuan resmi, terutama pada malam hari selama bulan Ramadhan, dinilai bukan sekadar gangguan teknis biasa, melainkan cerminan lemahnya manajemen dan buruknya tata kelola pelayanan publik. Listrik kerap padam saat masyarakat melaksanakan salat tarawih hingga aktivitas usaha malam hari, menimbulkan dampak sosial dan ekonomi yang nyata.
“Ini sudah berulang kali terjadi. Tidak ada pemberitahuan, tidak ada penjelasan. Kami merasa diabaikan,” ujar salah satu warga dengan nada kecewa.
Wilayah Oba Selatan yang berada di Kota Tidore Kepulauan selama ini sangat bergantung pada stabilitas pasokan listrik. Namun hingga kini, belum ada klarifikasi terbuka terkait penyebab pasti pemadaman maupun langkah konkret yang diambil untuk mencegah kejadian serupa terulang.
Publik mempertanyakan kepemimpinan dan tanggung jawab manajemen setempat. Minimnya komunikasi kepada masyarakat dinilai menunjukkan kurangnya sensitivitas terhadap kebutuhan warga, terlebih di bulan suci Ramadhan yang memiliki dimensi ibadah dan sosial yang tinggi.
Sejumlah tokoh masyarakat mendesak Pemerintah Kota Tidore Kepulauan dan Pemerintah Provinsi Maluku Utara untuk tidak tinggal diam. Evaluasi menyeluruh terhadap kinerja Kepala PLN Sofifi dianggap mendesak dilakukan, termasuk menilai efektivitas pengawasan jaringan, kesiapan teknis, serta sistem komunikasi publik yang dijalankan.
“Jika memang ada kendala teknis, sampaikan secara terbuka. Jika ada kelemahan manajerial, perbaiki. Jangan masyarakat terus yang menanggung dampaknya,” tegas salah satu perwakilan warga.
Pasokan listrik merupakan layanan dasar yang menyangkut hajat hidup orang banyak. Karena itu, pemerintah daerah diminta segera memanggil pihak manajemen PLN Sofifi untuk memberikan penjelasan resmi sekaligus memastikan adanya langkah pembenahan terukur.
Masyarakat berharap evaluasi tidak berhenti pada wacana, melainkan menghasilkan tindakan nyata demi menjamin keandalan pasokan listrik, memulihkan kepercayaan publik, dan mencegah kerugian lebih besar di kemudian hari.
Redaksi : Kabiro Tikep (A. Halek)




foto ilustrasi.










