
WEDA, Fakta Halmarera | Untuk mewujudkan kemajuan daerah dan kesejahteraan masyarakat, Dinas Pertanian (Distan) yang dinakhodai oleh Yusmar Ohorella, sedang giat melaksakanan program intensifikasi yang dicanangkan oleh Penjabat (Pj) Bupati Halteng, Ikram M. Sangaji.
Dalam rilis Kepala Dinas Pertanian Halteng yang diterima faktahalmhera.com, Senin 28/4/2024, menjelaskan Program Intensifikasi Pertanian adalah suatu usaha guna meningkatkan produktifitas pertanian dengan cara memanfaatkan lahan pertanian yang ada dengan sebaik-baiknya, yang bertujuan untuk meningkatkan hasil pertanian dan juga menjaga ketahanan serta ketersediaan pangan terutama pangan yang berasal dari tanaman padi yakni beras.
Distan Halteng dibawah kepemimpinan Yusmar Ohorella, melalui perintah Pj. Bupati menetapkan target produksi padi jenis Inpari 32 tahun 2024 sebesar 2.835 ton. Target tersebut dihasilkan dari Dua kali musim tanam di atas lahan 500 ha, musim tanam pertama 110 ha, yang berada di kawasan Transmigrasi Wairoro (Desa Lembah Asri, dan Desa Wairoro Indah) Kecamatan Weda Selatan dan trans waleh SP 1 Desa Persiapan Era Fagogoru, Kecamatan Weda Utara.
“Dimana pada Desember 2023 telah dilakukan penanaman musim tanam pertama dengan jenis Inpari 32 di atas lahan 110 hektar, dan rencana Minggu pertama bulan Juni 2024 akan dilakukan penanaman 400 ha,” ungkapnya
Yoesmar juga bilang, Pj Bupati Halteng Ikram M. Sangadji bersama dengan Distan mencangkan dan melaksanakan kegiatan program 500 ha, ini dalam rangka untuk menjaga stabilitas harga pangan terutama beras dan juga untuk menjaga ketahanan serta kedaulatan pangan agar dapat menekan angka inflasi di Kabupaten Halteng.
“Semoga segala ikhtiar yang Pemkab Halteng dan Distan serta seluruh petani dapat menjawab kebutuhan paling mendasar dari seluruh masyarakat yang berada di Halteng,” bebernya
Lanjut Yoesmar, target Pj Bupati Halteng, Tahun 2024 Halteng menjadi lumbung pangan Maluku Utara khususnya beras.
“Hari Kamis, 28 Maret 2024. Distan Halteng menyerahkan benih padi kepada Petani padi yang berada di Transmigrasi Waleh SP 1, Desa Persiapan Era Fagogoru Kecamatan Weda Utara. Benih padi yang diserahkan adalah benih padi varietas Inpari 32. Benih padi tersebut akan dilakukan semai oleh petani dan selanjutkan pada usia bibit 12-14 hari akan dilakukan penanaman. Areal yang akan ditanami oleh Petani di Transmigrasi Waleh SP 1 seluas 21,24 ha,” tuturnya
“Semoga benih yang diberikan dapat dimanfaatkan dengan baik, agar nantinya produksi beras sangat tinggi, terlepas dari itu dengan hasil produksi padi dapat meningkatkan pendapatan petani padi yang berada di Transmigrasi Waleh SP 1, tutupnya.
Ediro: Abi Samdi















