
Digagas oleh Harita Nickel sebagai rangkaian peringatan Hari Anak Nasional, festival tahun ini mengangkat tema “Obi Ceria, Masa Depan Bahagia”. Sebanyak 679 peserta dari 43 sekolah, mulai dari PAUD, SD, SMP hingga SMA, berpartisipasi dalam ragam lomba seni, literasi, dan kompetisi cerdas cermat.
“Kami ingin memberi ruang bagi anak-anak Obi untuk bermimpi dan berkembang. Kegiatan ini adalah wujud komitmen kami menciptakan lingkungan sosial yang ramah anak dan menolak segala bentuk pekerja anak,” tutur Ifan Farianda, Community Development Manager Harita Nickel.
Festival ini juga menjadi tonggak awal program “Desa Ramah Anak”, yang difokuskan pada peningkatan pendidikan, perlindungan anak, serta peran orang tua dan masyarakat dalam tumbuh kembang generasi muda.
Salah satu sorotan acara adalah Clash of Champions, lomba cerdas cermat tingkat SMP dan SMA. Kompetisi sengit ini dimenangkan oleh SMP 13 Halmahera Selatan (kategori SMP) dan SMAN 06 Halmahera Selatan (kategori SMA). Riuh tepuk tangan penonton mengiringi setiap babak penentuan pemenang.
Tak kalah menarik, anak-anak juga menikmati sesi dongeng bersama pendongeng nasional Mochammad Awam Prakoso atau Kak Awam. Dengan gaya khasnya, ia menyampaikan kisah sarat pesan moral tentang budi pekerti, saling menghargai, dan semangat pantang menyerah.
Kehadiran ratusan pelajar dari berbagai penjuru Pulau Obi menciptakan momen berharga, terutama bagi mereka yang baru pertama kali bertemu teman sebaya dari desa lain. “Pertemuan ini memperluas pandangan mereka bahwa dunia di luar desa penuh peluang,” kata Ifan Farianda.
Kepala Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Maluku Utara wilayah Halmahera Selatan, Saimah Kasuba, menilai festival ini sebagai wujud nyata kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan perusahaan. “Anak-anak butuh ruang berekspresi. Harita Nickel telah menunjukkan kepedulian terhadap peningkatan mutu pendidikan di daerah ini,” ujarnya. Ia juga mengajak para orang tua terus berperan aktif membimbing anak, baik di sekolah maupun dalam pembentukan karakter.
Festival Hari Anak Obi 2025 membuktikan bahwa ruang ekspresi dan pembelajaran anak bisa tercipta di mana saja, termasuk di tengah kawasan industri. Semangat gotong royong seluruh pihak menjadi kunci terciptanya lingkungan yang aman, ramah, dan menyenangkan bagi anak-anak Pulau Obi.
Dengan langkah ini, Harita Nickel bersama warga berharap setiap anak memiliki kesempatan yang sama untuk belajar, bermain, dan tumbuh menjadi generasi cerdas, kreatif, dan berkarakter—membangun Pulau Obi yang ceria, penuh harapan, dan membahagiakan.
Redaksi:Draken/”















