
HALSEL : FAKTAHALMAHERA.COM – Gerakan Pemuda Marhaenisme Halmahera Selatan (GPM-Halsel) secara tegas mendesak pihak kepolisian untuk segera menangani kasus tambang ilegal yang diduga beroperasi di wilayah Halmahera Selatan. Desakan ini muncul setelah tragedi di Desa Kusubibi Kecamatan Bacan Barat yang menewaskan empat penambang, yang diduga terkait dengan aktivitas tambang ilegal pada Kamis, (8/8/2024).
Ketua GPM Halsel, Harmain Rusli, dalam pernyataannya menyampaikan bahwa praktik penambangan ilegal tidak hanya merusak lingkungan, tetapi juga menempatkan nyawa para pekerja dalam bahaya yang serius.
“Kami mendesak pihak kepolisian untuk segera melakukan investigasi mendalam dan mengambil tindakan tegas terhadap pelaku tambang ilegal,” tegasnya.
Insiden tragis yang menewaskan empat penambang tersebut telah memicu reaksi keras dari berbagai pihak, termasuk GPM Halsel, yang semakin meningkatkan tekanan terhadap otoritas setempat untuk bertindak cepat dan tepat dalam menangani kasus ini.
GPM Halsel juga menyerukan transparansi dalam proses penegakan hukum, serta menekankan pentingnya perlindungan yang lebih baik bagi para pekerja tambang.
“Kami berharap bahwa langkah-langkah yang diambil dapat mencegah tragedi serupa di masa depan, serta melindungi lingkungan dari dampak negatif akibat tambang ilegal,” lanjut Harmain.
Selain itu, GPM Halsel mendukung upaya perbaikan kondisi keselamatan kerja di sektor pertambangan. “Penegakan hukum harus berjalan seiring dengan peningkatan standar keselamatan kerja, agar insiden serupa tidak terulang lagi,” tutupnya**(!Q/Fh)















