
FAKTAHALMAHERA.COM— Polemik dugaan pelanggaran etika yang menyeret Kepala Desa Kubung, Masbul H. Muhammad, terus mengemuka dan kembali menjadi sorotan publik di wilayah Bacan Selatan. Isu ini dikaitkan dengan kedekatan seorang aparatur desa dari Desa Tuokona, yang menurut kabar yang viral disebut masih berstatus istri sah.
Dugaan tersebut mencuat setelah sejumlah perangkat desa dan saksi masyarakat mengaku melihat interaksi yang dinilai melampaui batas profesional antara keduanya.
Salah satu perangkat desa yang mengetahui dinamika ini mengatakan bahwa isu ini awalnya berkembang di internal.
“Kami melihat kedekatannya cukup menonjol. Interaksinya berbeda dari biasanya, makanya pembicaraan ini awalnya ramai di internal,” ujarnya, meminta namanya tidak dipublikasikan.
Seorang sumber terpercaya lainnya mengaku melihat langsung Kades Kubung dan aparatur Desa Tuokona tersebut berada di sebuah tempat hiburan di wilayah Bacan Selatan pada Jumat sore, 14 November.
“Saya lihat mereka datang bersama dan duduk mesra seperti pasangan suami istri Karena ini sensitif, saya tidak mau sebut nama, tapi saya melihatnya sendiri,” ungkapnya kepada media ini.
Kesaksian ini kemudian memperkuat isu yang telah lebih dulu viral di masyarakat.
Isu lain yang sempat ramai beberapa waktu lalu—bahkan sempat viral di media sosial lokal—menyebut bahwa istri Kades Masbul H. Muhammad pernah memergoki suaminya bersama seorang perempuan di dalam mobil hingga terjadi keributan, yang disebut menyebabkan kaca depan mobil pecah.
“Ada keributan dan kaca mobil pecah. Saya tidak tahu detailnya, tapi kejadian itu memang ramai dibicarakan,” ujarnya kepada wartawan, Sabtu (22/11/2025).
Isu ini kembali mengemuka setelah kabar kedekatan keduanya muncul lagi pada November lalu.
Dalam konfirmasi terpisah, Kepala Desa Sawadai memberikan keterangan mengenai isu ini. Ia mengaku mengetahui bahwa mobil dengan kaca depan pecah memang pernah di amankan disekitar rumahnya.
“Saya tahu, mobil itu memang sempat diamankan di samping rumah saya. Kaca depannya sudah pecah saat itu,” ujarnya.
Di tengah menguatnya isu tersebut, sikap Bupati Halmahera Selatan, Basam Kasuba, kini menjadi sorotan. Publik mempertanyakan mengapa pemerintah kabupaten belum mengambil langkah tegas atau memberikan klarifikasi resmi.
Salah satu tokoh masyarakat Bacan Selatan mengatakan:
“Ini isu besar dan sudah lama viral. Pemerintah daerah harus turun tangan, jangan diam. Kalau tidak benar, luruskan. Kalau benar, proses sesuai aturan,” ujarnya.
Tokoh masyarakat lain menambahkan:
“Diamnya Pemkab membuat isu ini semakin liar. Transparansi itu penting,” tegasnya.
Hingga berita ini diterbitkan, Pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan belum memberikan pernyataan resmi terkait isu ini. Warga berharap Pemkab dapat segera mengambil langkah untuk memastikan integritas pemerintahan desa tetap terjaga dan keresahan masyarakat tidak semakin meluas.
Redaksi: Draken/”















