
FAKTAHALMAHERA.COM – Sofifi – Pemadaman listrik yang terjadi berulang kali di wilayah Oba Selatan, Kota Tidore Kepulauan, Maluku Utara, memicu gelombang kekecewaan warga. Gangguan yang berlangsung tanpa pemberitahuan resmi dari Perusahaan Listrik Negara (PLN) itu dinilai mencerminkan buruknya pelayanan dasar di tengah momentum ibadah bulan suci Ramadhan.
Sejumlah warga mengeluhkan listrik kerap padam secara tiba-tiba pada malam hari, termasuk saat umat Muslim melaksanakan salat tarawih. Kondisi tersebut tidak hanya mengganggu kekhusyukan ibadah, tetapi juga aktivitas keluarga dan usaha kecil yang menggantungkan operasionalnya pada pasokan listrik malam hari.
“Tidak ada pemberitahuan sama sekali. Tiba-tiba padam, bahkan saat kami sedang salat tarawih. Ini sudah berulang,” ujar seorang warga dengan nada kesal.
Warga menilai, jika pemadaman disebabkan oleh pemeliharaan jaringan atau gangguan teknis, seharusnya ada transparansi informasi kepada publik. Minimnya komunikasi dari pihak penyedia layanan dianggap sebagai bentuk ketidakpekaan terhadap kebutuhan masyarakat, terlebih pada bulan Ramadhan yang menjadi momen penting bagi umat Muslim.
Selain berdampak pada kegiatan ibadah, pemadaman berulang juga memukul aktivitas ekonomi warga, khususnya pelaku usaha kecil seperti pedagang makanan dan minuman yang beroperasi setelah berbuka puasa hingga malam hari. Kerugian materiil pun tak terhindarkan akibat gangguan listrik yang datang tanpa kepastian.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada penjelasan resmi dari pihak PLN terkait penyebab pemadaman listrik berulang di Oba Selatan. Publik pun mempertanyakan komitmen perusahaan pelat merah tersebut dalam menjamin keandalan pasokan listrik, terutama di wilayah kepulauan.
Warga mendesak agar PLN segera memberikan klarifikasi terbuka dan mengambil langkah konkret untuk memastikan stabilitas pasokan listrik selama Ramadhan. Pasokan listrik bukan sekadar layanan teknis, melainkan kebutuhan mendasar yang menyangkut hak masyarakat atas pelayanan publik yang layak.
Redaksi : A. Halek (kabiro tikep)















