Layanan pasang iklan media : 082173436941
Terkini

Panen Kedua Demplot Garam Umiyal Tembus 361 Kilogram, Program TEKAD Perkuat Ekonomi Masyarakat Pulau Gebe

63
×

Panen Kedua Demplot Garam Umiyal Tembus 361 Kilogram, Program TEKAD Perkuat Ekonomi Masyarakat Pulau Gebe

Sebarkan artikel ini
Oplus_16908288

FAKTAHALMAHERA.COM– Program Transformasi Ekonomi Kampung Terpadu (TEKAD) Kabupaten Halmahera Tengah kembali menunjukkan hasil positif melalui panen kedua Demonstration Plot (Demplot) tambak garam di Desa Umiyal, Kecamatan Pulau Gebe. Dari dua unit tambak yang beroperasi, total produksi garam yang berhasil dipanen mencapai 361 kilogram.

Capaian tersebut menjadi indikator keberhasilan pengembangan usaha garam rakyat yang tengah didorong sebagai salah satu sumber ekonomi baru bagi masyarakat pesisir. Selain berpotensi meningkatkan pendapatan warga, produksi garam lokal juga diharapkan mampu mengurangi ketergantungan terhadap pasokan garam dari luar daerah.

Promosi usaha atau Personal branding Anda??
Hubungi kami sekarang untuk informasi lebih lanjut.

Ketua Kelompok Gasi Talaga Ijo, Rahmat Sabtu, mengatakan keberadaan demplot garam telah memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Desa Umiyal. Menurutnya, warga kini mulai merasakan dampak positif dari program tersebut karena kebutuhan garam rumah tangga dapat dipenuhi dari hasil produksi lokal.

“Selama ini masyarakat masih bergantung pada garam yang didatangkan dari luar daerah. Dengan adanya tambak garam ini, warga dapat memperoleh garam produksi sendiri dengan harga yang lebih terjangkau,” ujarnya kepada media ini, Senin (08/06/2026).

Apresiasi juga disampaikan Kepala Desa Umiyal, Buharai Gasim, yang menilai Program TEKAD berhasil membuka peluang usaha baru berbasis potensi lokal desa. Ia mengungkapkan pemerintah desa telah berkoordinasi dengan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) untuk menyerap hasil produksi garam masyarakat sebelum dipasarkan kembali.

“Kami ingin agar hasil produksi ini dapat dikelola oleh BUMDes sehingga manfaat ekonominya tetap berputar di desa dan memberikan nilai tambah bagi masyarakat,” katanya.

Sementara itu, Fasilitator Pengembangan Ekonomi Kabupaten Halmahera Tengah, Adam Basirun, menjelaskan bahwa panen kedua berasal dari dua unit tambak dengan hasil masing-masing 177 kilogram dan 184 kilogram, sehingga total produksi mencapai 361 kilogram.

Menurut Adam, hasil tersebut menunjukkan bahwa usaha garam rakyat di Pulau Gebe memiliki prospek yang sangat menjanjikan untuk terus dikembangkan.

“Potensi garam di Desa Umiyal cukup besar. Dengan pengelolaan yang baik dan dukungan berbagai pihak, usaha ini dapat menjadi salah satu sektor unggulan ekonomi masyarakat,” jelasnya.

Ke depan, Program TEKAD bersama Rumah Inovasi dan Teknologi Desa (RITD) berencana menambah jumlah tambak garam menjadi empat hingga lima unit. Dengan penambahan kapasitas tersebut, produksi garam diproyeksikan dapat mendekati satu ton dalam setiap periode panen.

Tidak hanya berfokus pada peningkatan produksi, pengembangan usaha juga akan diarahkan pada pengolahan garam menjadi produk bernilai tambah, termasuk garam premium dengan kemasan yang lebih menarik dan memiliki daya saing di pasar.

Untuk mendukung langkah tersebut, Program TEKAD akan mendorong pengurusan izin usaha, sertifikasi halal, serta penguatan strategi pemasaran agar produk garam Desa Umiyal dapat menembus pasar yang lebih luas.

Keberhasilan panen kedua demplot garam ini menjadi bukti bahwa pengembangan ekonomi berbasis potensi lokal mampu memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat. Dengan sinergi antara Program TEKAD, pemerintah desa, BUMDes, dan kelompok masyarakat, Desa Umiyal berpeluang berkembang menjadi salah satu sentra produksi garam rakyat di Maluku Utara sekaligus memperkuat kemandirian ekonomi desa secara berkelanjutan.

 

Redaksi: Adan/”