

FAKTAHALMAHERA.COM – Weda Tengah – Halteng – Kabar menggembirakan datang dari sektor perikanan air tawar di Desa Kulo Jaya, Kecamatan Weda Tengah, Kabupaten Halmahera Tengah. Kelompok budidaya ikan yang dibina melalui Rumah Inovasi dan Teknologi Desa (RITD) bersama Bumdes Trans Sejahtera berhasil mencatat panen kedua ikan patin dengan hasil mencapai 800 kilogram.
Capaian tersebut merupakan bagian dari implementasi Program Transformasi Ekonomi Kampung Terpadu (TEKAD) yang terus mendorong penguatan ekonomi masyarakat desa melalui sektor produktif.
Harun selaku ketua Kelompok RITD, menyampaikan bahwa keberhasilan panen ini tidak terlepas dari kerja keras serta kekompakan anggota kelompok dalam mengelola usaha budidaya secara berkelanjutan.
Ia menjelaskan, kelompoknya sebenarnya membudidayakan lima jenis ikan air tawar, namun pada panen kedua ini difokuskan pada ikan patin.
“Alhamdulillah, ini adalah panen kedua kami. Khusus ikan patin, hasilnya mencapai 800 kilogram. Ini tentu menjadi motivasi bagi kami untuk terus mengembangkan usaha budidaya ke depan,” ujarnya.
Seluruh hasil panen tersebut langsung diserap oleh pihak PT.IWIP dengan harga Rp.35.000 per kilogram. Dari transaksi itu, kelompok memperoleh pendapatan sekitar Rp.28 juta. Nilai tersebut dinilai cukup signifikan dalam meningkatkan kesejahteraan anggota kelompok serta memberikan dampak ekonomi positif bagi masyarakat sekitar.
Dalam menjaga kualitas hasil panen, ikan dipastikan tetap dalam kondisi hidup hingga sampai ke tangan pembeli. Proses penanganan dilakukan secara ketat, mulai dari karantina selama satu malam setelah panen, hingga pengangkutan menggunakan kendaraan khusus yang dilengkapi terpal berisi air bersih.
Fasilitator Kecamatan Weda Tengah, Rohan, turut memberikan apresiasi atas capaian tersebut. Ia menegaskan bahwa pendampingan kepada kelompok akan terus dilakukan guna memastikan keberlanjutan usaha budidaya ikan di wilayah tersebut.
“Kami akan terus mendampingi kelompok secara langsung di lapangan agar kegiatan ini berjalan optimal. Harapannya, kelompok semakin mandiri dan mampu meningkatkan produksi,” katanya.
Harun juga berharap dukungan dari berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) serta tim pendamping TEKAD, dapat terus berlanjut. Menurutnya, pendampingan dan edukasi sangat penting untuk menjaga semangat serta meningkatkan kapasitas anggota kelompok.
“Dengan adanya pendampingan, kami lebih termotivasi. Kami ingin usaha budidaya ini terus berkembang dan berkontribusi pada peningkatan ekonomi masyarakat,” tambahnya.
Program TEKAD sendiri menjadi salah satu instrumen strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi desa Kulo jaya berbasis potensi lokal.
Keberhasilan panen kedua ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi desa-desa lain untuk mengembangkan usaha serupa, sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat secara berkelanjutan.
(*/RED)















