HALMAHERA TENGAH — Program Transformasi Ekonomi Kampung Terpadu (TEKAD) Kabupaten Halmahera Tengah kembali menunjukkan hasil positif melalui panen perdana garam di Demonstration Plot (Demplot) Gasi Talaga Ijo, Desa Umiyal, Kecamatan Pulau Gebe.
Panen perdana yang dilaksanakan pada Selasa, 16 Mei tersebut berhasil menghasilkan sebanyak 263 kilogram garam. Keberhasilan itu menjadi bukti bahwa potensi lokal desa mampu dikelola secara produktif melalui pemanfaatan sumber daya alam yang tersedia.
Tambak garam yang dikembangkan masyarakat Desa Umiyal memanfaatkan air laut dan intensitas panas matahari yang cukup tinggi di wilayah Pulau Gebe. Pengelolaan tambak dilakukan oleh Kelompok Penerima Manfaat (KPM) Program TEKAD hingga akhirnya berhasil menghasilkan panen pertama.
Ketua KPM, Rahmat, mengaku bersyukur atas capaian tersebut. Ia menyebut, saat ini kelompoknya memiliki dua tambak garam yang baru pertama kali dikelola secara mandiri oleh masyarakat.
“Alhamdulillah, tepat hari Selasa kemarin
kami sudah panen perdana. Mudah-mudahan jika ada bantuan lanjutan, kami berencana menambah tambak menjadi enam hingga tujuh petak agar produksi semakin meningkat,” ujarnya.
Rahmat juga menjelaskan, hasil panen garam sebanyak 263 kilogram itu akan dibeli oleh BUMDes Desa Umiyal dengan harga Rp10 ribu per kilogram sebelum dipasarkan kembali kepada masyarakat.
Keberadaan tambak garam dinilai sangat membantu warga, terutama karena Desa Umiyal dikenal sebagai wilayah penghasil ikan asin yang membutuhkan pasokan garam cukup besar. Dengan adanya produksi lokal, masyarakat kini tidak lagi bergantung pada pasokan garam dari luar desa.
Kegiatan panen perdana tersebut dihadiri Kepala Desa Umiyal Buhari Gasim, S.HI, Ketua BPD Musa Alidun, anggota BPD Yamin Rajib, para kepala dusun, tokoh agama, perangkat desa, hingga perwakilan Kecamatan Pulau Gebe.
Fasilitator Kecamatan Pulau Gebe, Nursita Adam dan Firdana Jafar, menyampaikan komitmennya untuk terus mendampingi masyarakat dalam pengelolaan tambak garam agar dapat berjalan secara berkelanjutan dan memberikan manfaat ekonomi bagi warga desa.
“Kami akan terus memberikan pendampingan dan motivasi kepada masyarakat agar pengelolaan tambak garam ini terus berkembang dan memberikan manfaat besar bagi masyarakat Desa Umiyal dan Pulau Gebe secara umum,” kata mereka.
Sementara itu, Kepala Desa Umiyal Buhari Gasim menyampaikan apresiasi atas semangat masyarakat dalam mengembangkan potensi desa melalui Program TEKAD. Ia berharap usaha tambak garam tersebut terus berkembang dan mampu meningkatkan perekonomian warga.
Senada dengan itu, Sekretaris Camat Pulau Gebe, Hasniah, S.Sos., mengapresiasi inisiatif masyarakat Desa Umiyal dalam memanfaatkan potensi lokal yang ada dan berharap kegiatan serupa dapat menjadi contoh bagi desa-desa lainnya.
Di akhir kegiatan, masyarakat dan kelompok penerima manfaat menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Halmahera Tengah, khususnya Kementerian Desa dan Daerah Tertinggal, atas dukungan terhadap pelaksanaan Program TEKAD yang dinilai mampu membuka peluang usaha baru bagi masyarakat desa.
















