Halteng, Media Fakta Halmahera – Aksi demonstrasi masyarakat lingkar tambang di Kabupaten Halmahera Tengah (Halteng) memanas setelah massa dihadang oleh pihak keamanan perusahaan (security) bersama aparat dari Polres Halteng saat hendak menyampaikan aspirasi mereka.
Warga yang berasal dari wilayah Lelilef Woebulen dan Lelilef Sawai turun ke jalan dengan membawa sejumlah tuntutan penting yang selama ini dinilai diabaikan.
Dalam aksinya, masyarakat menyoroti persoalan air bersih yang hingga kini belum terealisasi secara maksimal. Warga mengaku masih kesulitan mendapatkan akses air layak, meski berbagai janji telah disampaikan sebelumnya.
Selain itu, warga juga mengungkap kerusakan atap rumah yang diduga akibat debu dari aktivitas perusahaan. Banyak rumah mengalami kerusakan pada bagian seng, sehingga merugikan masyarakat secara langsung.
Tak hanya itu, keberadaan mess atau pemondokan karyawan yang dibangun perusahaan juga disebut telah menghilangkan sumber pendapatan masyarakat, khususnya dari sektor usaha kos-kosan yang sebelumnya menjadi penopang ekonomi warga.
Masyarakat juga menuntut adanya transparansi dalam program PPM (Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat) yang dinilai tidak jelas dan tidak dirasakan manfaatnya secara merata.
Di sisi lain, untuk mengurangi dampak debu yang semakin parah, warga mendesak agar perusahaan segera menyediakan mobil water tank untuk penyiraman jalan secara rutin guna menekan polusi udara di lingkungan pemukiman.
Situasi semakin memanas ketika warga juga menolak rencana pengambilalihan pengelolaan air bersih oleh pemerintah yang akan disertai dengan penerapan iuran kepada masyarakat.
“Kami datang membawa tuntutan yang jelas. Ini menyangkut hidup kami sehari-hari, bukan hal sepele. Jangan sampai kami terus dirugikan,” ujar salah satu warga yang enggan disebutkan namanya.
Aksi ini menjadi sinyal keras bahwa masyarakat lingkar tambang tidak lagi bisa tinggal diam. Mereka menuntut kehadiran negara dan tanggung jawab perusahaan untuk segera menyelesaikan berbagai persoalan yang telah lama terjadi.
















