
FAKTAHALMAHERA.COM — Weda Timur — Halmahera Tengah — Kegiatan panen perdana jagung di lahan demplot Desa Yeke, Kecamatan Weda Timur, berlangsung penuh semangat dan kebersamaan. Momentum ini menjadi tonggak penting bagi Kelompok Penerima Manfaat (KPB) yang selama ini mengelola lahan pertanian secara kolektif.
Panen tersebut dihadiri langsung oleh Kepala Desa Yeke bersama jajaran staf desa, anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD), serta tokoh agama setempat. Kehadiran berbagai unsur ini mencerminkan dukungan nyata terhadap upaya masyarakat dalam meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi desa.
Ketua Kelompok KPB Yeke, Ibu Lan Bidulu, menyampaikan rasa syukur atas hasil panen yang diperoleh. Ia menilai panen perdana ini menjadi pemicu semangat baru bagi anggota kelompok untuk terus mengembangkan usaha pertanian secara berkelanjutan.
“Panen ini sangat memotivasi kami. Kami jadi lebih semangat untuk terus menanam dan meningkatkan hasil ke depan,” ujarnya saat ditemui di lokasi kegiatan.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa hasil panen jagung tersebut telah mulai diminati oleh masyarakat sekitar, termasuk desa tetangga hingga pasar di kawasan lingkar tambang. Tingginya aktivitas dan jumlah pekerja di wilayah tersebut dinilai membuka peluang pasar yang cukup besar bagi hasil pertanian warga.
Tidak berhenti pada panen perdana, kelompok KPB Yeke juga telah menyiapkan langkah lanjutan. Sebelum panen dilakukan, mereka telah membersihkan dan kembali mengelola lahan seluas kurang lebih satu hektare untuk ditanami kembali. Upaya ini dilakukan guna memastikan keberlanjutan produksi tanpa jeda.
Sementara itu, Fasilitator Kecamatan Weda Timur, Asbur I. Muhammad, menegaskan komitmennya untuk terus memberikan pendampingan kepada kelompok tani. Ia menekankan pentingnya konsistensi dan keseriusan dalam bertani agar hasil yang diperoleh mampu meningkatkan kesejahteraan keluarga.
“Jika dikelola dengan baik dan dilakukan secara berkelanjutan, hasil pertanian akan sangat membantu memenuhi kebutuhan rumah tangga. Kuncinya adalah semangat dan konsistensi,” ujarnya.
Panen perdana ini diharapkan menjadi awal yang positif bagi pengembangan pertanian jagung di Desa Yeke, sekaligus mendorong peningkatan ekonomi masyarakat secara bertahap dan berkelanjutan.
(*/RED)















