Layanan pasang iklan media : 082173436941
Terkini

BARAH Desak Percepatan Pembangunan Pelabuhan Speedboat di Kawasi

260
×

BARAH Desak Percepatan Pembangunan Pelabuhan Speedboat di Kawasi

Sebarkan artikel ini

FAKTAHALMAHERA.COM— Barisan Rakyat Halmahera Selatan (BARAH) bersama beberapa awak media melakukan pemantauan langsung selama beberapa hari terhadap aktivitas masyarakat lingkar tambang di Desa Kawasi, baik di kawasan Ecovillage maupun Kawasi Lama. Hasil pemantauan menunjukkan bahwa masyarakat sangat bergantung pada transportasi laut sebagai penopang utama aktivitas ekonomi dan mobilitas harian, khususnya untuk rute Kawasi–Obi serta Kawasi–Bacan.

Promosi usaha atau Personal branding Anda??
Hubungi kami sekarang untuk informasi lebih lanjut.

Hingga kini, speedboat menjadi modal transportasi yang paling vital. Namun, seluruh aktivitas naik turun penumpang masih dilakukan di Kawasi Lama yang tidak memiliki fasilitas pelabuhan secara layak. Kondisi ini dinilai membahayakan keselamatan warga, terutama saat cuaca buruk. Situasi tersebut juga menjadi alasan mengapa sebagian masyarakat enggan berpindah ke Kawasi Baru, termasuk warga yang telah menempati Ecovillage tetapi tetap harus kembali ke Kawasi Lama untuk mengakses speedboat.

BARAH kembali menegaskan tuntutan yang telah disampaikan pada Jilid 1 dan 2 bersama ASLAD terkait perlunya segera membangun pelabuhan speedboat di kawasan Ecovillage sebagai solusi strategis dalam memindahkan pusat aktivitas ekonomi dan mobilitas dari Kawasi Lama menuju Kawasi Baru.

BARAH mengingatkan bahwa pembangunan pelabuhan speedboat ini telah disepakati bersama pihak Harita melalui program CSR beberapa bulan lalu. BARAH juga meminta Tim Terpadu Relokasi, sesuai amanat Perbup Nomor 72 Tahun 2023,tentang pelaksanaan relokasi kawasan desa kawasi lama ke kawasi baru untuk memastikan bahwa seluruh fasilitas penunjang ekonomi dan transportasi tersedia secara lengkap di kawasan baru agar proses relokasi berjalan efektif dan tidak merugikan masyarakat.

Selain itu, BARAH turut menyoroti lambatnya proses administrasi dan kepastian status kepemilikan rumah di Kawasi Baru, yang menjadi salah satu penyebab keraguan masyarakat untuk berpindah.

Ketua Barisan Rakyat Halmahera Selatan (BARAH), Adi H. Adam, menegaskan bahwa pembangunan pelabuhan speedboat merupakan kebutuhan mendesak yang tidak dapat ditunda.

 “Pelabuhan speedboat adalah urat nadi mobilitas masyarakat Kawasi. Tanpa pelabuhan yang layak, masyarakat tetap bergantung pada Kawasi Lama. Komitmen yang telah disampaikan harus direalisasikan untuk menjamin keselamatan dan akses ekonomi warga,” ujarnya kepada media ini, Selasa (25/11/2025).

Adi juga menyoroti persoalan transportasi karyawan Harita yang sedang cuti, yang mayoritas menggunakan kapal milik perusahaan karena tidak tersedianya pelabuhan speedboat yang aman.

 “Banyak karyawan cuti yang lebih memilih kapal perusahaan karena tidak ada pelabuhan speedboat yang memadai untuk masyarakat. Kondisi ini memunculkan dugaan bahwa ketergantungan tersebut menguntungkan pihak tertentu. Semua ini terkait dengan SOP dan infrastruktur pelabuhan yang belum tersedia.”

Menurutnya, keberadaan pelabuhan speedboat di Kawasi Baru akan membuka ruang ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat.

 “Jika pelabuhan speedboat sudah dibangun, karyawan cuti secara otomatis dapat menggunakan speedboat reguler milik masyarakat Kawasi. Tarifnya memang berbeda jauh dari kapal perusahaan, tetapi inilah sumber ekonomi warga. Tanpa pelabuhan, peluang ekonomi masyarakat tertutup.”

Adi menegaskan bahwa relokasi harus dilakukan secara menyeluruh dan tidak hanya memindahkan bangunan fisik.

“Relokasi bukan sekadar memindahkan rumah, tetapi memindahkan seluruh aktivitas kehidupan masyarakat. Pelabuhan dan fasilitas ekonomi adalah syarat utama. BARAH akan terus mengawal agar seluruh komitmen, khususnya pembangunan pelabuhan speedboat, benar-benar direalisasikan.”

 

Redaksi: Draken/”