Layanan pasang iklan media : 082173436941
Terkini

Demo di Halmahera Selatan Ricuh, Dua Mahasiswa Luka Saat Bentrok dengan Aparat

561
×

Demo di Halmahera Selatan Ricuh, Dua Mahasiswa Luka Saat Bentrok dengan Aparat

Sebarkan artikel ini

FAKTAHALMAHERA.COM— Aparat kepolisian membubarkan paksa aksi massa di Halmahera Selatan pada Selasa 02-09-25. Aksi jilid II ini awalnya berjalan damai dengan menyuarakan aspirasi terkait [isu utama aksi] dan berlangsung kondusif selama sekitar dua jam, sebelum akhirnya terjadi bentrokan dengan aparat keamanan.
Investigasi media ini, massa aksi yang sebelumnya menyampaikan tuntutan secara tertib, mulai terlibat saling lempar dengan aparat. Kericuhan itu menyebabkan dua mahasiswa mengalami luka, salah satunya menderita sobek di bagian pelipis mata sehingga harus dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis.

Selain insiden bentrokan, massa aksi juga melontarkan sejumlah tuntutan keras. Mereka mendesak agar Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Halmahera Selatan dibubarkan. Tidak hanya itu, massa aksi juga dengan tegas meminta Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, untuk segera mencopot Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dari jabatannya.

Promosi usaha atau Personal branding Anda??
Hubungi kami sekarang untuk informasi lebih lanjut.

Meski situasi sempat memanas, massa aksi tidak surut dan justru terus berdatangan untuk menggeruduk Kantor DPRD Halmahera Selatan. Menindaklanjuti permintaan massa, Wakapolres Halmahera Selatan, Kompol Aziz Ibrahim, akhirnya menemui peserta aksi secara langsung. Orang nomor dua di Polres Halsel ini juga meminta kepada massa aksi agar tetap menyampaikan aspirasi secara aman dan damai tanpa tindakan anarkis.

Dalam orasinya, Ketua HMI Cabang Bacan, M. Said Mubin, dengan lantang meminta Kapolres Halmahera Selatan menindak tegas oknum aparat yang diduga melakukan pemukulan terhadap massa aksi. Ia juga menegaskan bahwa mahasiswa tidak akan pernah takut terhadap tindakan represif aparat. “Kami hadir untuk menyuarakan kebenaran. Jangan pernah halangi mahasiswa menyampaikan aspirasi. Aparat harus memberikan ruang demokrasi, bukan malah melakukan kekerasan,” serunya di hadapan peserta aksi.

Lebih lanjut, ia mendesak aparat keamanan agar memberikan kesempatan penuh bagi massa aksi untuk menyampaikan aspirasi dan tuntutan mereka kepada DPRD Halmahera Selatan tanpa tekanan maupun intimidasi.

Pihak kepolisian menyebut langkah pembubaran dilakukan demi menjaga ketertiban umum, sementara massa menilai tindakan aparat terlalu represif. Hingga berita ini diturunkan, kondisi di lokasi berangsur kondusif, namun aparat masih melakukan penjagaan ketat untuk mengantisipasi potensi lanjutan aksi.

 

Redakai : Draken/”