Layanan pasang iklan media : 082173436941
DaerahHalmahera SelatanMaluku Utara

DIDUGA ANIAYA ISTRI DI TAMBANG KUSUBIBI, ULIS TERANCAM DILAPORKAN KE POLRES HALSEL

151
×

DIDUGA ANIAYA ISTRI DI TAMBANG KUSUBIBI, ULIS TERANCAM DILAPORKAN KE POLRES HALSEL

Sebarkan artikel ini
Oplus_16908288

FAKTAHALMAHERA.COM – Dugaan tindak kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) kembali mencuat di Kabupaten Halmahera Selatan, Maluku Utara. Seorang perempuan bernama Nona mengaku menjadi korban pemukulan yang diduga dilakukan oleh suaminya, Ulis, di kawasan tambang Kusubibi, Senin (28/9/2026).

Peristiwa tersebut diduga dipicu persoalan rumah tangga setelah Ulis disebut telah meninggalkan Nona selama kurang lebih satu tahun. Situasi memanas ketika Nona mengaku mengetahui suaminya bersama perempuan lain yang disebut sebagai kekasihnya.

Promosi usaha atau Personal branding Anda??
Hubungi kami sekarang untuk informasi lebih lanjut.

Kepada media ini, Nona juga mengungkapkan bahwa dirinya pernah mendapat informasi mengenai pernikahan Ulis sebelumnya. Menurut Nona, Ulis pernah menyampaikan bahwa dirinya memiliki surat cerai yang diterbitkan dari Desa Sawadai.

“Saya juga heran, bagaimana bisa ada surat cerai dari desa,” ungkap Nona.

Berdasarkan penuturan Nona, kejadian bermula sekitar pukul 10.12 WIT ketika adiknya, Riski, sedang menggendong anak Nona dan berjalan di sekitar lokasi tambang. Riski kemudian bertemu dengan Ulis dan membicarakan persoalan rumah tangga tersebut.

Sekitar pukul 11.00 WIT, Ulis mendatangi Nona di kios miliknya untuk meminta bensin. Permintaan itu kemudian memicu pertengkaran di antara keduanya.

Nona mengaku sempat mempertanyakan tujuan Ulis meminta bensin, yang menurutnya berkaitan dengan aktivitas bersama perempuan lain.

“Kenapa minta bensin? Mau sensor kayu, bangun kemah dengan perempuanmu?” tutur Nona, menirukan perkataannya saat kejadian.

Nona mengungkapkan, pertengkaran tersebut kemudian berujung pada dugaan tindakan kekerasan. Ia mengaku Ulis melemparinya dengan batu sebanyak dua kali.

Nona juga mengakui sempat membalas dengan melempar batu sebelum dirinya diduga mengalami pemukulan di depan kios miliknya.

Menurut pengakuannya, pukulan pertama mengenai bagian belakang kepala, kemudian disusul dua pukulan pada rahang sebelah kiri.

“Saya langsung menangis dan lemas, hampir pingsan,” ungkap Nona saat dikonfirmasi media ini Selasa (29/09/2026).

Dua warga berinisial F dan J yang berada di sekitar lokasi disebut berusaha melerai pertengkaran tersebut. Setelah warga datang, Ulis disebut menahan diri.

Saat dikonfirmasi Media ini, Riski membenarkan adanya peristiwa yang melibatkan kakaknya tersebut.

Sejumlah warga yang berada di sekitar lokasi juga membenarkan adanya kejadian pemukulan terhadap Nona.

Atas dugaan kekerasan yang dialaminya, Nona menyatakan akan melaporkan peristiwa tersebut kepada Polres Halmahera Selatan agar dapat diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

Sementara itu, media ini telah berupaya menghubungi Ulis melalui pesan WhatsApp untuk meminta klarifikasi dan tanggapan atas tuduhan tersebut.

Namun, hingga berita ini diterbitkan, WhatsApp yang bersangkutan belum aktif sehingga klarifikasi dari Ulis belum diperoleh.

 

Redaksi: Draken/”