
FAKTAHALMAHERA.COM — Dugaan perselingkuhan yang melibatkan seorang oknum kepala desa berinisial M di Kabupaten Halmahera Selatan, Provinsi Maluku Utara, dengan seorang perempuan berinisial A kini terus menjadi sorotan masyarakat. Hubungan keduanya bahkan disebut berujung pada dugaan kehamilan hingga pernikahan diam-diam tanpa izin dari istri sah oknum kepala desa tersebut.
Informasi itu mencuat setelah sejumlah sumber mengaku sering melihat oknum kepala desa tersebut mendatangi tempat kos perempuan berinisial A. Dugaan hubungan khusus antara keduanya pun mulai ramai diperbincangkan warga setempat.
Salah satu sumber yang meminta identitasnya dirahasiakan mengungkapkan bahwa isu hubungan keduanya sudah lama menjadi pembicaraan masyarakat.
“Awalnya warga menduga mereka selingkuh karena oknum kades itu sering datang ke kos perempuan tersebut. Setelah muncul dugaan perempuan itu hamil, kabarnya mereka menikah diam-diam,” ungkap sumber kepada media ini Kamis (14/05/2026).
Sumber tersebut juga menyebutkan bahwa pernikahan itu diduga dilakukan tanpa izin dari istri sah oknum kepala desa berinisial M, sehingga memicu perhatian dan reaksi masyarakat.
“Informasi yang berkembang seperti itu, menikah tanpa izin istri sah. Makanya sekarang ramai dibicarakan warga,” lanjutnya.
Sebelumnya, salah satu keluarga perempuan berinisial A juga mengaku melihat adanya perubahan kondisi pada perempuan tersebut yang diduga mengarah pada kehamilan. Namun hingga kini, pihak keluarga mengaku belum mendapatkan penjelasan langsung.
“Kami melihat saudara kami seperti sedang hamil, tapi ketika kami tanya belum ada tanggapan,” ujar sumber keluarga sebelumnya.
Kasus ini kini menjadi perhatian masyarakat di Halmahera Selatan. Sejumlah warga berharap ada klarifikasi resmi dari pihak terkait agar informasi yang berkembang tidak terus menimbulkan spekulasi dan keresahan di tengah masyarakat.
Meski demikian, seluruh informasi yang beredar hingga saat ini masih bersifat dugaan dan belum ada pernyataan resmi maupun bukti yang memastikan kebenarannya. Hingga berita ini diterbitkan, media ini masih berupaya melakukan konfirmasi kepada oknum kepala desa berinisial M maupun perempuan berinisial A terkait isu yang berkembang tersebut.
Redaksi: Draken/”















