
FAKTAHALMAHERA.COM– Masyarakat Desa Loid, Kecamatan Bacan Barat Utara, Kabupaten Halmahera Selatan, digemparkan oleh fenomena air naik yang terjadi selama dua hari berturut-turut, yakni Kamis dan Jumat kemarin. Perubahan permukaan laut yang naik secara mendadak hingga sekitar 50 cm ini menimbulkan kecemasan mendalam bagi warga pesisir, karena peristiwa tersebut dinilai tidak seperti pasang normal yang biasa mereka alami.
Fenomena dimulai pada Kamis pagi, ketika beberapa warga yang beraktivitas di pesisir melihat air laut tiba-tiba bergerak naik dalam durasi yang singkat. Meski tidak sampai menyebabkan banjir, namun perubahan itu cukup kuat untuk menarik perhatian warga. Kondisi permukaan laut yang berubah cepat, tanpa angin kuat atau hujan, membuat banyak warga menduga bahwa fenomena tersebut merupakan tanda gejala alam tertentu.
Pada Jumat siang, kejadian serupa kembali terulang dengan pola yang sama. Air laut naik hingga sekitar 50 cm dalam waktu singkat. Frekuensi kejadian yang berulang ini membuat masyarakat semakin waspada dan bahkan sebagian memilih menjauh dari area pantai untuk menghindari kemungkinan risiko yang tidak terduga.
Warga mengaku belum pernah melihat kejadian seperti ini berlangsung dalam rentang waktu yang dekat dan dengan intensitas yang sama. Kejadian yang berulang menimbulkan beragam dugaan di masyarakat, mulai dari perubahan cuaca, pergerakan dasar laut, hingga fenomena alam lain yang belum mereka pahami.
Salah satu warga, Firlo, menyampaikan bahwa masyarakat benar-benar dilanda kecemasan.
“Air naik mendadak sekitar 50 cm, dan itu terjadi dua hari berturut-turut. Gerakannya cepat dan berbeda dari pasang biasa. Kami takut karena belum pernah melihat hal seperti ini. Warga jadi panik, apalagi kami tidak tahu apa penyebabnya,” ujarnya kepada media ini, Jum’at (05/12/2025).
Firlo menambahkan bahwa warga semakin gelisah karena kejadian tersebut tidak disertai informasi apa pun mengenai penyebab atau potensi risiko.
“Kami butuh penjelasan. Warga tidak mau hanya menunggu sambil khawatir. Jika ini ada tanda bahaya, kami harus tahu. Jika aman, kami juga perlu diberi kepastian,” ungkapnya.
Masyarakat Desa Loid mendesak Pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan untuk segera turun langsung memantau kondisi pesisir desa. Mereka berharap pemerintah daerah dapat memberikan penjelasan ilmiah, memastikan kondisi aman, dan memberi panduan langkah mitigasi yang harus dilakukan warga jika fenomena ini kembali terjadi.
“Kami meminta pemerintah kabupaten segera datang melihat kondisi kami di Desa Loid. Warga sudah cemas. Kami perlu arahan, penjelasan resmi, dan pendampingan. Jangan sampai warga salah mengambil tindakan,” kata Firlo.
Pemerintah Desa Loid telah mengambil sejumlah langkah awal, antara lain:
mengimbau warga mengurangi aktivitas di area pesisir,
menugaskan aparat desa memantau perubahan kondisi air setiap beberapa jam,
mengoordinasikan laporan dengan pihak kecamatan,
meminta warga tetap tenang dan tidak menyebarkan informasi yang belum jelas.
Pemerintah desa juga menunggu kehadiran tim dari pemerintah kabupaten atau instansi terkait seperti BPBD, Dinas Kelautan dan Perikanan, atau lembaga pemantauan geologi dan meteorologi untuk memberikan penilaian langsung.
Meski tidak ada kerusakan fisik yang dilaporkan, rasa khawatir masyarakat meningkat drastis karena fenomena air naik ini muncul tanpa tanda-tanda sebelumnya. Warga berharap pemerintah bergerak cepat untuk mengatasi keresahan tersebut serta memberikan solusi dan kepastian terkait keadaan di pesisir Desa Loid.
Pemerintah desa memastikan informasi terbaru akan terus disampaikan kepada warga dan pihak terkait selama proses pemantauan berlangsung.
Redaksi: Draken/”















