
FAKTAHALMAHERA.COM – Tidore Kepulauan – Masyarakat Kecamatan Oba Selatan, khususnya warga Desa Wama, kembali menyuarakan keluhan serius terkait kondisi jalan nasional yang melintasi wilayah mereka. Jalan tersebut merupakan akses utama transportasi darat yang menopang aktivitas sosial, pendidikan, dan perekonomian masyarakat setempat.
Warga menyebut kerusakan jalan telah terjadi sejak sekitar tahun 1990 dan hingga kini belum mendapatkan perbaikan menyeluruh. Kondisi ruas jalan dipenuhi lubang besar, permukaan tidak rata, serta sejumlah titik yang dinilai membahayakan keselamatan pengguna jalan.
Risiko Kecelakaan Meningkat:
Menurut keterangan warga, kecelakaan lalu lintas hampir terjadi setiap tahun dengan jumlah korban mencapai puluhan orang, termasuk orang dewasa dan anak-anak sekolah yang melintas saat berangkat maupun pulang sekolah. Situasi ini dinilai sangat memprihatinkan dan mengancam keselamatan jiwa masyarakat.
Selain meningkatkan risiko kecelakaan, kerusakan jalan juga berdampak pada kendaraan yang sering mengalami kerusakan. Biaya perawatan kendaraan pun meningkat. Distribusi barang menjadi terhambat dan aktivitas ekonomi warga ikut terdampak secara signifikan.
Sebagai bagian dari jaringan jalan nasional di wilayah timur Indonesia, warga menilai ruas tersebut seharusnya menjadi prioritas pembangunan infrastruktur oleh pemerintah pusat melalui kementerian terkait, dengan dukungan pemerintah provinsi dan pemerintah daerah.
Harapan Masyarakat:
Masyarakat Oba Selatan berharap pemerintah segera melakukan perbaikan menyeluruh, bukan sekadar tambal sulam sementara. Mereka juga meminta peningkatan kualitas konstruksi agar jalan lebih tahan lama, penanganan cepat pada titik-titik rawan kecelakaan, serta penetapan ruas jalan tersebut sebagai prioritas pembangunan.
“Kami berharap pemerintah provinsi dapat melihat langsung kondisi jalan di Kecamatan Oba dan Oba Selatan. Jangan hanya janji saat momen politik lima tahunan. Jika saya berada di pemerintahan, tentu saya akan mengutamakan kepentingan masyarakat, salah satunya jalan nasional,” ujar seorang warga, Senin (17/2).
Warga menegaskan bahwa perbaikan jalan bukan sekadar persoalan infrastruktur, melainkan menyangkut keselamatan jiwa, kelancaran transportasi, serta keberlangsungan ekonomi masyarakat.
“Jalan ini adalah urat nadi aktivitas kami. Sudah terlalu lama kami menunggu perbaikan yang nyata,” tegas perwakilan warga Desa Wama.
Dengan kondisi yang telah berlangsung lebih dari tiga dekade, masyarakat berharap pemerintah pusat segera turun tangan agar hak warga atas infrastruktur yang layak, aman, dan memadai dapat terpenuhi.
(Tim/Red)















