Layanan pasang iklan media : 082173436941
Terkini

Panen Ke-8 Demplot Sumber Sari Capai 1,1 Ton Terong, Program TEKAD Halteng Bantu Dongkrak Ekonomi Petani

81
×

Panen Ke-8 Demplot Sumber Sari Capai 1,1 Ton Terong, Program TEKAD Halteng Bantu Dongkrak Ekonomi Petani

Sebarkan artikel ini

FAKTAHALMAHERA.COM — Program Transformasi Ekonomi Kampung Terpadu (TEKAD) di Kabupaten Halmahera Tengah Provinsi Maluku Utara kembali menunjukkan dampak positif bagi masyarakat, khususnya para petani di Desa Sumber Sari, Kecamatan Weda Selatan. Pada panen ke-8 Demplot Sumber Sari, Kelompok Penerima Manfaat (KPM) berhasil memanen sebanyak 1,1 ton atau 1.100 kilogram sayur terong.

Promosi usaha atau Personal branding Anda??
Hubungi kami sekarang untuk informasi lebih lanjut.

Keberhasilan tersebut menjadi bukti nyata bahwa program pemberdayaan masyarakat melalui sektor pertanian mulai memberikan hasil yang signifikan terhadap peningkatan ekonomi petani desa.

Ketua Kelompok Penerima Manfaat (KPM) Demplot Sumber Sari, Arfan, mengatakan hasil panen yang dicapai tidak terlepas dari kerja sama seluruh anggota kelompok serta pendampingan yang terus dilakukan dalam Program Transformasi Ekonomi Kampung Terpadu (TEKAD).

“Alhamdulillah pada panen ke-8 ini kami berhasil mendapatkan hasil sebanyak 1,1 ton terong. Ini merupakan hasil kerja keras seluruh anggota kelompok yang terus konsisten mengelola lahan demplot,” ujar Arfan kepada media ini, Senin (11/05/2026).

Menurutnya, seluruh hasil panen kali ini langsung dibeli oleh para pedagang lapak dari kawasan industri Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP), sehingga petani tidak mengalami kesulitan dalam pemasaran hasil produksi.

“Hasil panen langsung diambil oleh pedagang lapak IWIP dengan harga Rp6.000 per kilogram. Memang harga sedikit turun dibanding panen sebelumnya yang mencapai Rp7.000 per kilogram, tetapi kami tetap bersyukur karena mereka adalah pembeli tetap kami dan datang langsung mengambil hasil panen di lokasi,” jelasnya.

Arfan menambahkan, kepastian pasar menjadi salah satu faktor utama yang membuat para petani semakin bersemangat mengembangkan budidaya sayuran melalui program demplot TEKAD. Selain memberikan penghasilan tambahan, program tersebut juga meningkatkan kemampuan petani dalam pengelolaan pertanian yang lebih baik dan berkelanjutan.

Dalam proses panen ke-8 tersebut, para petani turut mendapat pendampingan langsung dari fasilitator Kecamatan Weda Selatan, yakni Ibu Rukmana dan Ibu Harmiyati. Keduanya aktif memberikan edukasi terkait teknik budidaya, perawatan tanaman, hingga pengelolaan hasil panen agar kualitas produksi terus meningkat.

Ibu Rukmana mengatakan pendampingan kepada kelompok tani akan terus dilakukan agar masyarakat mampu meningkatkan produktivitas pertanian secara berkelanjutan.

“Kami terus memberikan edukasi dan motivasi kepada petani agar tetap semangat, menjaga kualitas tanaman, serta mampu meningkatkan hasil produksi pada panen berikutnya,” katanya.

Hal senada disampaikan Ibu Harmiyati. Ia menilai keberhasilan panen tersebut menunjukkan masyarakat mulai mampu memanfaatkan Program Transformasi Ekonomi Kampung Terpadu (TEKAD) sebagai peluang nyata untuk meningkatkan ekonomi keluarga.

“Kami berharap para petani tetap konsisten mengelola lahan pertanian. Program ini bukan hanya soal bantuan, tetapi bagaimana masyarakat bisa mandiri dan memiliki penghasilan yang berkelanjutan,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Kelompok Arfan juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung keberlangsungan demplot pertanian tersebut, terutama Program Transformasi Ekonomi Kampung Terpadu (TEKAD), para fasilitator lapangan, serta seluruh anggota kelompok tani yang tetap kompak selama proses budidaya berlangsung.

Program TEKAD sendiri merupakan program pemberdayaan masyarakat desa yang bertujuan meningkatkan perekonomian warga melalui pengembangan usaha produktif, termasuk sektor pertanian dan hortikultura.

Keberadaan demplot sayur terong di Desa Sumber Sari kini mulai dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, baik dari sisi peningkatan produksi maupun pendapatan petani lokal di Halmahera Tengah.

 

Redaksi: Pemred/”