
FaktaHalmahera.com — Halmahera Tengah — Rumah Inovasi Teknologi Desa (RITD) Wairoro Indah kembali mencatat capaian menggembirakan pada panen keempatnya. Komoditas semangka yang dipanen kali ini menghasilkan total produksi mencapai 11,7 ton atau setara 11.700 kilogram, menandakan tren positif dalam pengembangan pertanian berbasis inovasi di tingkat desa.
Bapak Semiadi selaku Ketua RITD Wairoro Indah, menjelaskan bahwa panen kali ini berbeda dari sebelumnya. Jika pada panen terdahulu komoditas yang dihasilkan adalah melon, maka pada periode ini pihaknya fokus pada budidaya semangka. Ia menyebut hasil panen kali ini tergolong sangat baik dan sesuai harapan.
Dari total produksi tersebut, sekitar 11 ton langsung diserap oleh pedagang dari Ternate yang datang ke lokasi untuk membeli hasil panen. Harga jual disepakati sebesar Rp1.200 per kilogram. Sementara itu, sekitar 700 kilogram lainnya dipasarkan untuk memenuhi kebutuhan pasar lokal di Kecamatan Weda dan Weda Selatan dengan harga yang sama.
Secara keseluruhan, panen keempat ini menghasilkan pendapatan sekitar Rp.132 juta. Capaian ini dinilai sebagai bukti nyata bahwa pengelolaan pertanian berbasis inovasi di desa mampu memberikan dampak ekonomi yang signifikan bagi masyarakat.
Semiadi menegaskan bahwa kegiatan penanaman di RITD akan terus berlanjut dengan pengembangan berbagai komoditas, tidak hanya semangka dan melon. Pihaknya juga mulai merancang inovasi produk turunan, seperti minuman sari semangka dalam kemasan. Langkah ini dipersiapkan sebagai solusi jika terjadi kelebihan produksi yang tidak terserap pasar.
Menariknya, hingga saat ini kondisi pasar justru menunjukkan tren sebaliknya. Permintaan terhadap hasil panen RITD masih lebih tinggi dibandingkan jumlah produksi yang tersedia. Hal ini membuka peluang bagi petani untuk meningkatkan kapasitas produksi ke depan.
Kegiatan panen tersebut turut dihadiri oleh Fasilitator Kabupaten bidang Monitoring dan Evaluasi, Iksan Basri, bersama dua fasilitator kecamatan, yakni Rukmana dan Harmiyati. Dalam sambutannya, Iksan berharap capaian ini mampu mendorong pertumbuhan ekonomi keluarga, khususnya bagi Kelompok Penerima Manfaat.
Ia juga menekankan pentingnya kemandirian petani serta inovasi berkelanjutan dalam sektor pertanian. Menurutnya, kemampuan berinovasi secara konsisten akan memperkuat stabilitas ekonomi masyarakat desa.
Sementara itu, Rukmana mengingatkan pentingnya analisis usaha yang matang dalam setiap kegiatan pertanian guna menjaga keberlanjutan usaha dalam jangka panjang. Senada dengan itu, Harmiyati menekankan agar hasil panen dikelola secara bijak, termasuk dengan memutar kembali pendapatan untuk mendukung kegiatan pertanian berikutnya.
Di akhir kegiatan, Semiadi menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah memberikan dukungan, baik secara moril maupun materil.
Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada pemerintah pusat melalui Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, serta Pemerintah Kabupaten Halmahera Tengah, khususnya Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD).
Dengan capaian ini, RITD Wairoro Indah diharapkan terus menjadi contoh keberhasilan inovasi desa dalam mengembangkan sektor pertanian yang produktif, berkelanjutan, dan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Redaksi: (Dalon)















