
Halmahera Tengah — Panen melon kembali digelar di Rumah Inovasi dan Teknologi Desa (RITD) Wairoro Indah, Kecamatan Weda Selatan, Kabupaten Halmahera Tengah. Kegiatan ini merupakan panen ke-5 yang dilakukan oleh Kelompok Penerima Manfaat (KPB) dalam program Transformasi Ekonomi Kampung Terpadu (Panen Melon ke-5 di Wairoro Indah Capai 3,8 Ton, Program TEKAD Dorong Ekonomi Desa).
Pada kegiatan panen tersebut, Ketua Tim Pelaksana Kabupaten (TPK) Halmahera Tengah, Mustamin Djamil, hadir langsung di lokasi bersama Kepala Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Amir Hasim. Kehadiran keduanya untuk melihat secara langsung perkembangan sektor pertanian yang dikelola oleh masyarakat desa.
Mustamin Djamil yang juga menjabat sebagai Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Halmahera Tengah menyampaikan apresiasi kepada para petani. Menurutnya, petani di Wairoro Indah menunjukkan semangat yang tinggi dalam mengelola bantuan dari program pemerintah.
Ia menjelaskan, dalam dua bulan terakhir panen dilakukan secara berkelanjutan. Hal ini menunjukkan bahwa petani mulai memahami pola tanam yang baik, termasuk pengaturan waktu tanam agar masa panen dapat berlangsung secara bertahap.
“Dengan sistem ini, hasil panen tidak hanya terjadi dalam satu waktu, tetapi dapat terus berlanjut,” ujarnya.
Pemerintah daerah, lanjutnya, akan terus memberikan dukungan kepada petani, baik melalui bantuan materi maupun pendampingan. Ia menegaskan bahwa selama petani memiliki kemauan dan semangat untuk terus menanam, pemerintah akan selalu hadir mendukung.
Sementara itu, Amir Hasim menekankan pentingnya inovasi dalam pengembangan pertanian. Ia menilai profesi petani memiliki peran strategis dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa, khususnya di tengah dinamika ekonomi saat ini.
Menurutnya, jika petani bekerja secara tekun dan serius, sektor pertanian dapat menjadi sumber utama pendapatan. Tidak hanya memenuhi kebutuhan pokok, hasil pertanian juga mampu meningkatkan taraf hidup masyarakat.
Ia juga menambahkan bahwa program TEKAD di Kecamatan Weda Selatan berperan dalam mendorong transformasi pertanian dari pola tradisional menuju agribisnis. Ke depan, petani diharapkan tidak hanya fokus pada budidaya, tetapi juga mampu mengelola usaha tani secara profesional dengan manajemen dan analisis usaha yang baik.
Di sisi lain, Ketua BUMDes Wairoro Makmur, Suyoto, menyampaikan apresiasi atas kehadiran pemerintah daerah dalam kegiatan panen tersebut. Menurutnya, kehadiran pejabat daerah menjadi bentuk dukungan nyata bagi petani.
Ia juga mengungkapkan bahwa kegiatan ini turut didampingi oleh fasilitator kabupaten Bidang Pengembangan Ekonomi, Adam Basirun, serta fasilitator Kecamatan Weda Selatan, Rukmana dan Harmiyati.
“Kehadiran pemerintah memberikan semangat tambahan bagi para petani untuk terus bekerja dan meningkatkan hasil produksi,” ujarnya.
Dalam panen ke-5 ini, kelompok petani berhasil menghasilkan melon sebanyak 3,8 ton. Seluruh hasil panen tersebut langsung didistribusikan ke Kota Ternate sesuai dengan permintaan pasar.
Keberhasilan ini menjadi bukti bahwa program TEKAD mampu mendorong peningkatan ekonomi masyarakat desa, khususnya melalui sektor pertanian yang dikelola secara baik dan berkelanjutan. (*/red)















