
FAKTAHALMAHERA.COM — Program Demonstration Plot (Demplot) Transformasi Ekonomi Kampung Terpadu (TEKAD) Kabupaten Halmahera Tengah sukses melaksanakan panen perdana cabai keriting dan tomat dengan total produksi mencapai 600 kilogram. Keberhasilan tersebut menjadi bukti nyata mulai tumbuhnya semangat petani desa dalam menerapkan sistem pertanian modern yang lebih produktif dan efisien.
Dari total hasil panen, produksi tomat mendominasi sebanyak 400 kilogram, sedangkan cabai keriting mencapai 200 kilogram. Seluruh hasil panen langsung diserap para pengepul dengan harga jual cabai keriting Rp40 ribu per kilogram dan tomat Rp19 ribu per kilogram.
Panen perdana Demplot Lemba Asri ini dinilai sebagai langkah awal keberhasilan penerapan teknologi pertanian modern di tingkat desa. Program TEKAD sendiri hadir untuk mendorong masyarakat agar lebih produktif dalam mengembangkan sektor pertanian melalui pendampingan, pelatihan, hingga penerapan metode budidaya yang lebih maju guna meningkatkan kesejahteraan ekonomi keluarga.
Ketua Kelompok Penerima Manfaat (KPM) Demplot Lemba Asri, Toni, mengaku bersyukur atas hasil panen yang berhasil dicapai kelompoknya. Menurutnya, capaian tersebut merupakan hasil dari proses panjang mulai dari pengolahan lahan hingga masa panen.
“Alhamdulillah, akhirnya hari ini kami bisa merasakan panen perdana. Kami bersama teman-teman sangat semangat karena Program TEKAD telah memberikan pengalaman dan pembelajaran baru bagi kami. Mulai dari cara pengolahan lahan, perawatan tanaman, hingga proses panen hari ini semuanya menjadi pelajaran berharga,” ujar Toni kepada media ini, Sabtu (16/05/2026).
Ia menjelaskan, salah satu perubahan besar yang kini dirasakan petani adalah penggunaan sistem irigasi tetes yang mempermudah proses penyiraman tanaman. Jika sebelumnya penyiraman dilakukan secara manual, kini seluruh bedengan telah dipasangi jaringan pipa yang terhubung langsung ke setiap tanaman.
“Sekarang kami sudah menggunakan irigasi tetes. Pipa sudah dipasang di semua bedengan dan disalurkan langsung ke setiap lubang tanaman. Jadi saat penyiraman menggunakan mesin, kami hanya perlu membuka keran dan air langsung mengalir ke seluruh tanaman. Ini sangat membantu pekerjaan kami,” jelasnya.
Menurut Toni, penggunaan teknologi tersebut menjadi langkah maju bagi petani desa untuk meninggalkan pola pertanian tradisional menuju sistem pertanian modern yang lebih efektif.
“Ini merupakan perubahan besar bagi kami. Dulu semua dilakukan secara manual, sekarang sudah lebih modern. Selain lebih mudah, penggunaan air juga lebih teratur dan tanaman menjadi lebih terawat,” tambahnya.
Sementara itu, Fasilitator Kecamatan Weda Selatan, Harmiyati, menegaskan bahwa pendampingan kepada kelompok tani akan terus dilakukan secara berkelanjutan agar para petani semakin berkembang dan mampu menerapkan inovasi baru di sektor pertanian.
“Kami akan terus hadir memberikan ide dan pendampingan kepada petani. Mulai dari proses pengolahan lahan, perawatan tanaman, hingga panen. Harapannya, petani di Halmahera Tengah bisa berubah dari sistem tradisional menuju petani modern yang lebih maju dan mandiri,” ujarnya.
Hal senada juga disampaikan Fasilitator Kecamatan Weda Selatan lainnya, Rukmana. Ia mengatakan edukasi kepada petani tidak hanya fokus pada teknik budidaya, tetapi juga membangun pola pikir produktif dan kemampuan pengelolaan usaha tani.
“Kami akan terus memberikan edukasi kepada petani agar memiliki pola pikir yang lebih produktif. Petani juga perlu memahami analisis usaha dan pengelolaan keuangan sehingga pertanian dapat menjadi sumber penghasilan yang menjanjikan untuk masa depan mereka,” ungkapnya.
Di akhir penyampaiannya, Toni turut menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung pelaksanaan Program TEKAD di Halmahera Tengah.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Halmahera Tengah melalui Program TEKAD dari Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal. Terima kasih juga kepada fasilitator desa, kecamatan, kabupaten hingga Korwil Halmahera Tengah yang terus mendampingi kami,” tutupnya.
Keberhasilan panen perdana Demplot Lemba Asri diharapkan menjadi motivasi bagi kelompok tani lainnya untuk terus mengembangkan potensi pertanian desa. Selain meningkatkan hasil produksi, penerapan teknologi pertanian modern diyakini mampu mempermudah pekerjaan petani, meningkatkan efisiensi biaya usaha tani, serta mendorong terciptanya pertanian yang lebih maju, produktif, dan berkelanjutan di Halmahera Tengah.
Redaksi:















