Faktahalmahera.com — Di tengah gegap gempita perayaan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, masih ada suara masyarakat di pelosok Halmahera Selatan yang meminta perhatian pemerintah untuk kebutuhan paling mendasar: air bersih.
Suara itu datang dari masyarakat Desa Dowora, Kecamatan Gane Barat Selatan, Kabupaten Halmahera Selatan, Provinsi Maluku Utara. Selama bertahun-tahun, warga mengaku masih menghadapi keterbatasan akses terhadap air bersih untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Momentum 17 Agustus 2026 menjadi kesempatan bagi masyarakat Desa Dowora untuk kembali menyampaikan kondisi mereka kepada pemerintah. Warga secara khusus memohon perhatian Presiden Republik Indonesia, Gubernur Maluku Utara, dan Bupati Halmahera Selatan agar persoalan air bersih di desa tersebut tidak lagi luput dari perhatian.
Air Bersih Bukan Kemewahan, Tetapi Kebutuhan Dasar
Bagi warga Desa Dowora, persoalan air bersih bukan masalah sepele. Ketersediaan air menentukan hampir seluruh aktivitas kehidupan masyarakat.
Selama ini, warga mengandalkan air hujan yang ditampung ketika musim penghujan. Ketika hujan tidak turun, masyarakat harus memanfaatkan sumber air alami yang dikenal dengan sebutan “salobar”.
Namun, sumber tersebut memiliki keterbatasan. Ketersediaannya tidak selalu mencukupi kebutuhan masyarakat, sementara kondisi dan kualitas air juga menjadi perhatian warga.
Situasi ini membuat masyarakat harus bertahan dalam kondisi serba terbatas untuk mendapatkan air yang dapat digunakan untuk minum, memasak, mandi, mencuci dan kebutuhan rumah tangga lainnya.
Pertanyaannya, sampai kapan masyarakat Desa Dowora harus bergantung pada air hujan dan sumber air alami untuk memenuhi kebutuhan dasar mereka?
Dampaknya Menyentuh Kehidupan Anak-Anak dan Ekonomi Warga
Persoalan air bersih tidak hanya dirasakan oleh orang dewasa. Keterbatasan air juga berdampak terhadap kehidupan anak-anak, termasuk aktivitas pendidikan dan kebersihan mereka.
Di sisi lain, waktu dan tenaga masyarakat yang seharusnya dapat digunakan untuk bekerja dan meningkatkan perekonomian keluarga harus tersita untuk mencari dan menyediakan air.
Karena itu, warga berharap persoalan ini dilihat sebagai masalah pelayanan dasar dan pembangunan manusia, bukan sekadar persoalan infrastruktur desa.
Perhatian Khusus untuk Bapak Presiden
Masyarakat Desa Dowora secara khusus mengetuk perhatian Bapak Presiden Republik Indonesia.
Warga berharap pemerintah pusat dapat melihat masih adanya masyarakat di wilayah timur Indonesia yang menghadapi kesulitan mendapatkan air bersih secara layak dan berkelanjutan.
Masyarakat berharap pemerintah pusat dapat mendorong kementerian/lembaga terkait untuk melakukan koordinasi dan melihat secara langsung kondisi Desa Dowora.
Warga tidak meminta kemewahan. Mereka meminta air bersih untuk bertahan hidup dan menjalani kehidupan secara layak.
Harapan kepada Gubernur Maluku Utara
Kepada Ibu Gubernur Maluku Utara, masyarakat juga memohon perhatian khusus terhadap kondisi Desa Dowora.
Warga berharap Pemerintah Provinsi Maluku Utara dapat mengambil langkah nyata dengan melakukan peninjauan langsung, berkoordinasi dengan pemerintah kabupaten, serta mencari solusi teknis yang paling memungkinkan untuk menghadirkan akses air bersih bagi masyarakat.
Warga berharap persoalan tersebut tidak berhenti pada laporan administratif, tetapi benar-benar diterjemahkan menjadi program yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.
Bupati Halmahera Selatan Diminta Turun Langsung
Sementara kepada Bapak Bupati Halmahera Selatan, warga Desa Dowora berharap pemerintah daerah menjadi pihak yang paling dekat dan cepat merespons kondisi tersebut.
Warga meminta agar pemerintah kabupaten turun langsung melihat kondisi sumber air dan kebutuhan masyarakat, kemudian menyusun langkah konkret untuk mengatasi persoalan air bersih di Desa Dowora.
Peninjauan lapangan dinilai penting agar pemerintah dapat melihat secara langsung kondisi masyarakat dan menentukan solusi yang sesuai dengan karakteristik wilayah.
Momentum Kemerdekaan, Momentum Pemerintah Hadir
Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI seharusnya menjadi momentum untuk memastikan pembangunan dan pelayanan dasar benar-benar dirasakan seluruh masyarakat, termasuk mereka yang berada di wilayah terpencil.
Bagi masyarakat Desa Dowora, makna kemerdekaan akan semakin terasa ketika kebutuhan dasar seperti air bersih dapat dipenuhi.
Karena itu, warga berharap Presiden Republik Indonesia, Gubernur Maluku Utara dan Bupati Halmahera Selatan memberikan perhatian khusus terhadap persoalan tersebut.
Mereka berharap ada kunjungan, pendataan, perencanaan, penganggaran dan pembangunan yang nyata, sehingga persoalan air bersih tidak terus diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya.
Jangan Biarkan Warga Terus Menunggu
Masyarakat Desa Dowora telah lama bertahan dengan keterbatasan. Kini mereka berharap pemerintah tidak sekadar mendengar, tetapi hadir dan bertindak.
Harapan warga sederhana:
“Kami hanya ingin air bersih yang layak untuk kehidupan kami, anak-anak kami dan generasi yang akan datang.”
Pesan tersebut menjadi suara masyarakat Desa Dowora kepada pemerintah.
Bapak Presiden, Ibu Gubernur, Bapak Bupati—kiranya persoalan air bersih di Desa Dowora menjadi perhatian khusus dan segera mendapatkan solusi nyata.
Sebab, air bersih bukan kemewahan. Air bersih adalah kebutuhan dasar dan bagian dari kehidupan masyarakat.
Dan bagi warga Desa Dowora, sudah terlalu lama mereka menunggu. Kini saatnya pemerintah hadir.
















