FAKTAHALMAHERA.COM — Drama rumah tangga Kepala Desa Sawadai, Kabupaten Halmahera Selatan, akhirnya meledak ke ruang publik. Bukan orang lain, dugaan perselingkuhan sang kepala desa justru dibongkar langsung oleh perempuan yang mengaku sebagai istri sahnya sendiri melalui media sosial Facebook.
Akun Facebook Fhaizaentin Entin mendadak menjadi perhatian warganet setelah pemilik akun tersebut mengunggah curahan hati bernada keras terkait dugaan hubungan gelap suaminya dengan perempuan lain.
Yang membuat publik semakin heboh, Fhaizaentin mengaku persoalan tersebut bukan baru terjadi. Ia bahkan mengklaim telah lama menyimpan sejumlah bukti, namun selama ini memilih diam.
Kini, kesabaran itu disebut telah habis.
“Selama ini kita simpan apa yang pelakor kades bikin. Bukti paling banyak kita dapat, tapi tidak pernah posting,” tulis Fhaizaentin dalam unggahan Facebooknya.
Pernyataan itu sontak memantik pertanyaan publik. Jika benar persoalan tersebut telah lama diketahui dan bukti telah dikantongi, apa yang sebenarnya terjadi di balik rumah tangga pejabat desa tersebut?
NAMA PEREMPUAN DIDUGA ORANG KETIGA IKUT DIUNGKAP
Tak hanya meluapkan kekecewaan terhadap sang suami, Fhaizaentin juga secara terbuka menyebut nama seorang perempuan yang diduga sebagai orang ketiga dalam rumah tangganya.
Dalam unggahan tersebut, perempuan bernama Nurhaidah Arsad, yang disebut berasal dari Jiko, turut disebut.
Fhaizaentin bahkan menulis dengan nada menantang bahwa dirinya tidak lagi ingin menutupi persoalan yang selama ini diklaim telah dipendam.
“Tapi karena pelakor mau orang kenal, oke kita bantu kasih kenal di Halmahera Selatan,” tulisnya.
Unggahan itu kemudian menyebar dan menjadi bahan perbincangan masyarakat. Kolom komentar pun dipenuhi berbagai tanggapan warganet.
Namun demikian, tudingan yang disampaikan melalui media sosial tersebut masih berupa klaim dari pihak istri dan belum ada keterangan atau klarifikasi dari Kepala Desa Sawadai maupun perempuan yang namanya disebut.
BUPATI HALSEL IKUT DICOLEK
Persoalan ini semakin panas karena Fhaizaentin tidak hanya membawa masalah tersebut ke media sosial. Ia juga secara terbuka menyinggung dan berharap persoalan itu mendapat perhatian Bupati Halmahera Selatan.
Langkah tersebut membuat persoalan rumah tangga Kades Sawadai kini tak lagi sekadar menjadi urusan internal keluarga.
Sebab, seorang kepala desa merupakan pejabat publik yang memegang mandat pemerintahan dan pelayanan masyarakat di tingkat desa.
Publik pun mulai mempertanyakan, apakah Pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan akan memilih diam terhadap polemik yang telah viral tersebut, atau akan meminta penjelasan dari pejabat desa yang namanya terseret dalam dugaan tersebut.
Apalagi, unggahan itu datang dari orang yang mengaku sebagai istri sah sang kepala desa.
MENGAKU MASIH ISTRI SAH
Di tengah emosinya, Fhaizaentin juga menegaskan bahwa dirinya hingga saat ini masih berstatus sebagai istri sah dari Kepala Desa Sawadai.
Ia mengaku selama ini memilih menahan diri dan tidak membawa persoalan tersebut ke hadapan publik. Namun keputusan untuk membongkar dugaan tersebut di media sosial menunjukkan bahwa konflik rumah tangga itu diduga telah mencapai titik yang tidak lagi bisa ditutupi.
Kini, unggahan tersebut terus beredar.
Nama Kepala Desa Sawadai menjadi perbincangan. Nama perempuan yang disebut dalam unggahan juga ikut terseret. Sementara publik menunggu jawaban atas dugaan yang telah dilemparkan secara terbuka oleh istri sang kepala desa.
DIAM BUKAN JAWABAN?
Hingga berita ini diterbitkan, Kepala Desa Sawadai belum memberikan klarifikasi resmi terkait dugaan perselingkuhan yang diungkap melalui akun Facebook Fhaizaentin Entin.
Nurhaidah Arsad, perempuan yang namanya disebut dalam unggahan tersebut, juga belum memberikan tanggapan atas tudingan yang beredar.
Pihak Pemerintah Desa Sawadai maupun Pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan juga belum menyampaikan sikap resmi terkait polemik tersebut.
Media ini masih berupaya melakukan konfirmasi kepada seluruh pihak yang disebut dalam pemberitaan untuk mendapatkan informasi yang berimbang.
Kini bola panas berada di tangan pihak-pihak yang namanya terseret.
Apakah dugaan yang dibongkar sang istri benar-benar memiliki bukti seperti yang diklaim? Ataukah semua pihak yang dituding akan memberikan klarifikasi dan membantah tuduhan tersebut?
Yang jelas, persoalan ini sudah telanjur meledak di ruang publik. Dan ketika seorang istri sah memilih membuka dugaan persoalan rumah tangganya sendiri ke media sosial sambil mengklaim memiliki bukti, publik tentu akan menunggu satu hal: klarifikasi dan jawaban terbuka dari pihak yang dituding.
Redaksi: Draken/”
















