FAKTAHALMAHERA.COM — Rencana pembangunan jalan Lapen dari Pelabuhan Desa Loleojaya yang disebut hanya akan dikerjakan hingga batas Desa Loleomekar menuai perhatian masyarakat. Warga Desa Loleomekar mendesak Pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan dan DPRD Halsel agar tidak membiarkan pembangunan berhenti di perbatasan, tetapi dilanjutkan hingga masuk ke desa mereka.
Aspirasi tersebut disampaikan masyarakat pada Rabu (9/9/2026) di wilayah Lelojaya. Warga menilai pembangunan jalan yang hanya berakhir di batas desa belum menyelesaikan persoalan akses yang selama ini mereka hadapi.
Bagi warga Loleomekar, jalan bukan sekadar proyek pembangunan. Infrastruktur tersebut menyangkut kebutuhan dasar masyarakat, mulai dari akses pendidikan, kesehatan, aktivitas ekonomi hingga mobilitas sehari-hari.
Kondisi akses yang belum memadai juga dikhawatirkan membebani anak-anak yang harus menempuh perjalanan menuju sekolah. Masyarakat mempertanyakan bagaimana pembangunan dapat disebut memberikan manfaat secara merata apabila ruas jalan justru berhenti sebelum mencapai permukiman warga yang membutuhkan akses tersebut.
“Kami masyarakat Desa Loleomekar meminta kepada Bapak Bupati, Wakil Bupati dan DPRD Kabupaten Halmahera Selatan agar pembangunan jalan Lapen jangan hanya sampai di perbatasan. Kami meminta agar jalan tersebut dilanjutkan sampai ke Desa Loleomekar, karena jalan ini sangat penting bagi masyarakat, terutama untuk akses pendidikan anak-anak kami,” ujar salah satu warga kepada media ini, Rabu (09/09/2026).
Warga menegaskan, mereka bukan menolak pembangunan jalan Lapen yang telah direncanakan. Sebaliknya, masyarakat menyambut baik pembangunan tersebut, namun meminta agar pemerintah tidak berhenti pada batas administrasi apabila kebutuhan masyarakat masih berlanjut hingga ke dalam desa.
Menurut warga, jika akses jalan hanya dibangun sampai perbatasan, masyarakat Loleomekar masih akan menghadapi persoalan yang sama. Karena itu, mereka meminta pemerintah daerah tidak sekadar membangun, tetapi memastikan pembangunan tersebut benar-benar menyentuh masyarakat yang menjadi penerima manfaat.
Jalan yang layak dinilai akan membuka akses yang lebih luas bagi masyarakat untuk membawa hasil pertanian, memperoleh kebutuhan pokok, mendapatkan pelayanan kesehatan, mengurus administrasi pemerintahan, hingga memperlancar aktivitas ekonomi.
Masyarakat berharap Bupati dan Wakil Bupati Halmahera Selatan bersama DPRD Halsel memberikan perhatian serius terhadap aspirasi tersebut. Mereka meminta kelanjutan ruas jalan menuju Desa Loleomekar menjadi bagian dari prioritas pembangunan berikutnya.
Bagi warga, pembangunan infrastruktur harus memiliki keberlanjutan dan tidak berhenti hanya karena batas pekerjaan. Pemerintah dinilai perlu melihat kondisi riil masyarakat di lapangan, termasuk kebutuhan warga yang masih berada di balik batas akhir proyek.
Aspirasi masyarakat Loleomekar kini menjadi perhatian yang diharapkan segera mendapat respons dari pemerintah daerah dan DPRD Halsel.
Warga berharap tidak hanya mendengar janji atau wacana, tetapi ada langkah konkret untuk memastikan jalan Lapen benar-benar dilanjutkan hingga ke Desa Loleomekar.
Sebab bagi masyarakat, jalan bukan sekadar hamparan Lapen, melainkan urat nadi menuju pendidikan, kesehatan, ekonomi, dan masa depan warga desa
Redaksi: Draken/”
















