Halmahera Tengah – 5 Oktober tahun 2026.Semangat dan ketekunan Kelompok Tani Milenial Program Transformasi Ekonomi Kampung Terpadu (TEKAD) di Desa Wedana, Kabupaten Halmahera Tengah, kembali membuahkan hasil. Melalui Rumah Inovasi dan Teknologi Desa (RITD), kelompok tani berhasil melaksanakan panen perdana cabai keriting sebanyak 270 kilogram, meskipun harus menghadapi tantangan musim kemarau panjang yang telah berlangsung lebih dari empat bulan.
Panen perdana tersebut berlangsung dalam suasana penuh semangat dan dihadiri langsung oleh Wakil Bupati Halmahera Tengah, Ahlan Djumadil, bersama Ibu Wakil Bupati. Kehadiran pimpinan daerah menjadi bentuk dukungan dan apresiasi terhadap kerja keras masyarakat desa, khususnya generasi muda yang terus mengembangkan sektor pertanian sebagai salah satu kekuatan ekonomi lokal.
Dalam kegiatan tersebut, Wakil Bupati Ahlan Djumadil memberikan dukungan moral sekaligus apresiasi kepada kelompok tani yang tetap bertahan dan tidak menyerah menghadapi kondisi alam. Kehadiran pemerintah daerah menunjukkan pentingnya sinergi antara pemerintah dan masyarakat dalam mendorong penguatan ekonomi berbasis potensi desa, selain itu wakil bupati menyampaikan terus ber sangat dalam bertani, dan iya mengingatkan bahwa hasil panen jualnya di dalam kota Weda, tidak boleh dan sekitarnya, jgan dulu dijual diluar kabupaten Halmahera Tengah
Turut mendampingi kegiatan panen, Amir Hasyim, selaku Kabid Pemberdayaan dan sekaligus TPK Program TEKAD Kabupaten Halmahera Tengah. Perannya .
Melalui Bantuan Anggaran Rumah Inovasi Teknologi Desa (RITD) Program TEKAD Kementerian Desa, Hari ini Desa Wedana Melaksanakan Panen perdana, Harapan saya sebagai Kepala Bidang Pembangunan dan Pemberdayaan Dinas PMD Halmahera Tengah Desa Wedana Menjadi Contoh Desa lain Khususnya di Kecamatan Weda dan Umumnya desa di Kabupaten Halmahera Tengah Bagi Desa Yg ingin memanfaatkan potensi lahan yg mereka meliki untuk pengembangan Tanaman Cabe. Program ini juga di harapkan dapat berkelanjutan agar para petani melenial desa Wedana dapat menikmati hasil yang telah mereka usahakan beberapa bulan terakhir untuk dapat membantu pendapatan bereka.
Selain itu dapat berkortribusi untuk pendapatan BUMDesa dan PADesa Desa Wedana Melalui Program ini. karna Awalnya Bantuan RITD Masuk dari Kementerian Desa Melalui BUMdesa.
Desa yg igin mengembangkan Potensi Lahan Yang mereka miliki untuk pengembangan Tanaman Capai dapat belar di Desa Wedana Sebagi desa Percontohan saat ini
Sementara itu, Kepala Desa Wedana, Ibu Susana Adam, berperan sebagai penggerak dan pendukung utama di tingkat desa. Dukungan pemerintah desa menjadi modal penting dalam menciptakan ruang bagi kelompok masyarakat untuk mengembangkan usaha produktif berbasis potensi lokal.
Dari unsur pendampingan, hadir Fasilitator Kabupaten Bidang Pengembangan Ekonomi, Adam Basirun, yang berperan dalam mendampingi proses pengembangan ekonomi masyarakat melalui program TEKAD, khususnya dalam penguatan kegiatan usaha produktif, peningkatan kapasitas kelompok, serta mendorong agar hasil inovasi pertanian desa dapat memberikan nilai ekonomi bagi masyarakat.
Pendampingan di tingkat kecamatan juga dilakukan oleh Fasilitator Kecamatan Weda, Dayat Syarif, yang membantu menghubungkan pelaksanaan program dengan kebutuhan masyarakat di lapangan serta mendukung proses pendampingan kelompok tani secara berkelanjutan.
Sementara itu, Kader Desa Wedana, Sitria Nyong, memiliki peran strategis dalam membantu menggerakkan masyarakat di tingkat desa, mendukung komunikasi antara kelompok tani dan pemerintah desa, serta memastikan proses pemberdayaan masyarakat dapat berjalan secara partisipatif.

Yang paling penting adalah Kelompok Tani Milenial Program TEKAD Desa Wedana sebagai pelaku utama kegiatan. Mereka menjadi bukti bahwa keterbatasan dan tantangan alam bukan alasan untuk berhenti berusaha. Selama lebih dari empat bulan menghadapi kemarau panjang, kelompok tani Milenial Program TEKAD Desa Wedana sebagai pelaku utama kegiatan. Mereka menjadi bukti bahwa keterbatasan dan tantangan alam bukan alasan untuk berhenti berusaha. Selama lebih dari empat bulan menghadapi kemarau panjang, kelompok tani tetap melakukan penanaman, perawatan, hingga akhirnya berhasil mencapai masa panen.
Keberhasilan panen perdana ini tidak hanya ditandai dengan jumlah produksi 270 kilogram cabai keriting, tetapi juga dengan terserapnya hasil panen secara langsung oleh pedagang lokal di lahan petani.
Kondisi tersebut menunjukkan bahwa kegiatan RITD dan TEKAD mulai menciptakan hubungan antara produksi masyarakat dengan pasar lokal. Petani tidak hanya didorong untuk menghasilkan produk, tetapi juga diarahkan agar hasil produksi memiliki akses pasar dan memberikan manfaat ekonomi secara langsung.
Panen perdana cabai keriting Desa Wedana menjadi gambaran bahwa keberhasilan pembangunan ekonomi desa tidak lahir dari satu pihak saja.
Pemerintah daerah memberikan dukungan, pemerintah desa membuka ruang, TPK memastikan program berjalan, fasilitator melakukan pendampingan, kader menggerakkan masyarakat, sementara kelompok tani menjadi aktor utama di lapangan.
Sinergi tersebut menjadi kekuatan penting dalam mewujudkan semangat Program TEKAD: membangun ekonomi desa dari potensi masyarakat sendiri.
Di tengah perubahan iklim dan tantangan pertanian yang semakin kompleks, keberhasilan Kelompok Tani Milenial Desa Wedana menjadi pesan penting: ketekunan, pendampingan, inovasi, dan kerja bersama dapat mengubah keterbatasan menjadi peluang ekonomi.
Panen 270 kilogram cabai keriting hari ini bukan sekadar hasil pertanian, tetapi juga menjadi simbol ketangguhan petani muda Halmahera Tengah dalam membangun kemandirian ekonomi desanya.
















