Layanan pasang iklan media : 082173436941
DaerahHalmahera TengahMaluku Utara

Pelatihan Teknis Pengolahan Sambal Roa Digelar di Desa Messa HALMAHERA TENGAH.

167
×

Pelatihan Teknis Pengolahan Sambal Roa Digelar di Desa Messa HALMAHERA TENGAH.

Sebarkan artikel ini

 

faktahalmahera.com |Halmahera Tengah — Pelatihan teknis pengolahan sambal roa dalam rangka Program Transformasi Ekonomi Kampung Terpadu (TEKAD) digelar selama tiga hari, Kamis–Sabtu, 17–19 September 2026, di Kantor Desa Messa, Kecamatan Weda Timur, Kabupaten Halmahera Tengah, Maluku Utara.

Promosi usaha atau Personal branding Anda??
Hubungi kami sekarang untuk informasi lebih lanjut.

Kegiatan tersebut dibuka langsung oleh Amir Hasyim, Kepala Bidang DPMD sekaligus TPK Program TEKAD Kabupaten Halmahera Tengah. Turut hadir Tim Monitoring dan Evaluasi (Monev) Pusat Program TEKAD, Mirzaria Shafira, Koordinator Wilayah Program TEKAD Kabupaten Halmahera Tengah, Katino, serta Kepala Desa Messa, Damhar Salasa, bersama jajaran stafnya.

Pelaksanaan pelatihan mendapat pendampingan dari Adam Basirun, Fasilitator Kabupaten Halmahera Tengah Bidang Pengembangan Ekonomi, bersama Bagus selaku EO atau pelaksana kegiatan.

Sebanyak 20 peserta mengikuti pelatihan tersebut. Sekitar 90 persen di antaranya merupakan kaum perempuan.

Selama tiga hari, peserta tidak hanya mendapatkan materi, tetapi juga mengikuti praktik langsung pengolahan sambal roa. Materi meliputi proses produksi, pengemasan, pemasaran, hingga manajemen pengelolaan keuangan usaha.

Amir Hasyim mengatakan, pelatihan tersebut merupakan bagian dari upaya mendorong masyarakat desa agar mampu mengembangkan potensi ekonomi lokal menjadi produk yang memiliki nilai tambah.

“Melalui pelatihan ini, kami berharap peserta tidak hanya memperoleh keterampilan mengolah sambal roa, tetapi juga memahami pengemasan, pemasaran, serta pengelolaan keuangan usaha. Harapannya, keterampilan ini dapat dikembangkan menjadi kegiatan ekonomi produktif yang memberikan manfaat bagi keluarga dan masyarakat Desa Messa,” ujarnya.

Sementara itu, Mirzaria Shafira dari Tim Monev Pusat Program TEKAD menekankan pentingnya keberlanjutan setelah pelatihan.

Menurutnya, keberhasilan kegiatan tidak hanya dilihat dari terlaksananya pelatihan, tetapi juga dari kemampuan masyarakat dalam menerapkan pengetahuan yang telah diperoleh.

“Kami berharap para peserta dapat mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan serius, baik materi maupun praktik. Pengetahuan yang diperoleh diharapkan dapat diterapkan untuk menghasilkan produk yang berkualitas, memiliki kemasan yang baik, dan mampu dipasarkan,” katanya.

Koordinator Wilayah Program TEKAD Kabupaten Halmahera Tengah, Katino, menyampaikan bahwa pengembangan potensi lokal menjadi salah satu langkah penting dalam memperkuat ekonomi masyarakat desa.

“Pelatihan pengolahan sambal roa ini diharapkan menjadi langkah awal bagi masyarakat Desa Messa untuk membangun usaha yang lebih terarah dan berkelanjutan. Kami berharap peserta dapat mengembangkan produk, menjaga kualitas, memperluas pemasaran, dan menjadikan sambal roa sebagai salah satu produk unggulan desa,” ungkapnya.

Apresiasi juga disampaikan Kepala Desa Messa, Damhar Salasa. Ia menilai pelatihan tersebut memberikan kesempatan kepada masyarakat, khususnya kaum perempuan, untuk memperoleh keterampilan yang dapat dikembangkan menjadi peluang usaha.

“Pemerintah Desa Messa sangat mengapresiasi pelaksanaan kegiatan ini. Kami berharap ilmu yang diperoleh selama tiga hari dapat dipraktikkan secara berkelanjutan dan mampu membantu meningkatkan pendapatan masyarakat serta keluarga,” ujar Damhar.

Perkuat Pengetahuan Teknologi

Pengolahan dan Pengembangan Usaha
Dalam pelaksanaan pelatihan teknis pengolahan sambal roa khas Desa Messa, dua narasumber memberikan materi yang saling melengkapi, mulai dari aspek teori dan teknologi pengolahan pangan hingga pengembangan produk dan usaha.
Dr. Ir. Yusnaini, S.P., M.P., IPM, dari Universitas Khairun Ternate, memberikan materi mengenai teori dan teknologi pengolahan pangan.

Materi yang disampaikan meliputi pengenalan potensi ikan roa sebagai bahan baku produk olahan lokal, pemilihan dan penanganan bahan baku, prinsip higienitas dan sanitasi, teknik pengolahan yang aman, pengendalian mutu, serta teknik pengemasan dan penyimpanan produk.

Selain memberikan materi secara teoritis, Yusnaini juga mendampingi peserta dalam demonstrasi dan praktik pengolahan agar prinsip keamanan dan mutu pangan dapat dipahami serta diterapkan secara langsung.

Sementara itu, Wahyono Bachmid, S.P., M.P., selaku praktisi pertanian, memberikan materi yang lebih diarahkan pada pengembangan produk dan penerapan keterampilan dalam kegiatan usaha.

Materinya mencakup teknik produksi sambal roa, pengembangan cita rasa khas Desa Messa, pemanfaatan bahan baku lokal, pengemasan dan pelabelan, perhitungan sederhana biaya produksi, penentuan harga jual, serta strategi pemasaran.

Dalam sesi praktik, peserta diarahkan melakukan proses produksi sambal roa secara langsung hingga menghasilkan produk yang siap dikemas dan dipasarkan.

Dari sisi pendampingan, Adam Basirun menjelaskan bahwa peserta tidak hanya diberikan teori, tetapi juga diarahkan untuk melakukan praktik secara langsung.

“Pendampingan kami arahkan agar peserta benar-benar memahami proses pengolahan sambal roa, mulai dari pemilihan bahan, proses produksi, pengemasan, hingga pemasaran.

Harapannya, peserta mampu menghasilkan produk yang berkualitas dan memiliki nilai jual,” jelasnya.
Sementara itu, Bagus selaku EO atau pelaksana kegiatan menyampaikan bahwa seluruh rangkaian pelatihan dilaksanakan sesuai jadwal yang telah ditentukan.

“Peserta mendapatkan materi dan praktik langsung agar proses pembelajaran lebih mudah dipahami dan dapat diterapkan setelah kegiatan. Kami berharap peserta mengikuti kegiatan dengan aktif dan antusias sehingga keterampilan yang diperoleh dapat menjadi modal untuk mengembangkan usaha,” katanya.

Kolaborasi antara narasumber, pendamping, pemerintah desa, dan Program TEKAD tersebut memberikan keseimbangan antara pemahaman teoritis dan keterampilan praktis.

Peserta tidak hanya memperoleh pengetahuan mengenai pengolahan ikan roa secara higienis dan menghasilkan produk berkualitas, tetapi juga mendapatkan pengalaman langsung dalam proses produksi, pengemasan, hingga pengembangan sambal roa sebagai produk pangan lokal.

Pelatihan yang berlangsung hingga Sabtu, 19 September 2026, tersebut diharapkan tidak berhenti pada proses pembelajaran, tetapi dapat dilanjutkan melalui praktik usaha secara nyata.

Dengan dukungan pemerintah desa, Program TEKAD, pendamping, dan masyarakat, pengolahan sambal roa diharapkan dapat berkembang menjadi salah satu kegiatan ekonomi produktif yang memiliki nilai tambah sekaligus membuka peluang pendapatan bagi masyarakat Desa Messa.