HALMAHERA TENGAH — Program Transformasi Ekonomi Kampung Terpadu (TEKAD) terus mendorong masyarakat desa mengembangkan potensi pertanian lokal menjadi produk bernilai tambah. Salah satunya melalui pelatihan teknis pengolahan buah semangka dan melon menjadi sirup serta berbagai produk olahan lainnya di Desa Wairoiro Indah, Kecamatan Weda Selatan, Kabupaten Halmahera Tengah.
Pelatihan yang berlangsung selama tiga hari, 5–7 Oktober 2026, tersebut menghadirkan narasumber dari kalangan akademisi Universitas Khairun (Unkhair) Ternate, yakni Dr. Ir. Yunia S. Pt, MP, IPM dan Indah Rodianawati, S.TP, M.Sc.
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya mendorong pengembangan potensi ekonomi masyarakat melalui pengolahan hasil pertanian lokal. Pelatihan juga sejalan dengan kegiatan Demonstrasi Plot (Demplot) dan Rumah Inovasi Teknologi Desa (RITD) terkait pengembangan budi daya tanaman semangka dan melon oleh Program TEKAD sejak 2025 hingga saat ini.
Sebanyak 20 peserta, yang berasal dari kalangan perempuan atau ibu-ibu, mengikuti pelatihan tersebut. Mereka dibekali pengetahuan dan keterampilan untuk mengolah hasil pertanian menjadi produk yang memiliki nilai ekonomi dan peluang pasar.
Semangka dan melon yang selama ini umumnya dipasarkan dalam bentuk buah segar, melalui inovasi pengolahan diharapkan dapat dikembangkan menjadi produk turunan. Selain sirup, peserta juga mendapatkan pelatihan pengolahan semangka dan melon menjadi selai dan manisan.

Dalam pelatihan, peserta mendapatkan transfer pengetahuan melalui materi sekaligus praktik langsung mengenai tahapan pengolahan sirup. Materi mencakup pemilihan buah berkualitas, pencucian dan pengolahan bahan baku, pembuatan sari buah, pencampuran bahan, proses pemasakan, hingga pengemasan produk.
Tidak hanya keterampilan teknis produksi, peserta juga diberikan pemahaman mengenai pentingnya menjaga kebersihan, kualitas, keamanan pangan, serta tata cara pengemasan produk agar hasil olahan dapat diterima konsumen dan memiliki daya saing.
Kegiatan tersebut mendapat antusiasme masyarakat Desa Wairoiro Indah. Peserta secara langsung mempraktikkan proses pengolahan buah semangka dan melon menjadi sirup dengan pendampingan fasilitator Program TEKAD, narasumber dan tim pelaksana.
Fasilitator Kabupaten Bidang Monitoring dan Evaluasi, Iksan Basir, menyampaikan bahwa melalui pelatihan ini Program TEKAD mendorong masyarakat agar melihat hasil pertanian bukan hanya sebagai komoditas yang dijual dalam bentuk mentah atau segar, tetapi juga sebagai bahan baku yang dapat dikembangkan menjadi produk olahan bernilai tambah.
“Saya berharap ke depan hasil panen semangka dan melon di lahan Demplot dan RITD yang jumlahnya 5 s/d 16 ton per panen, sebagian disiapkan untuk kebutuhan bahan baku pengolahan sirup dan semangka, untuk itu dengan adanya pelatihan teknis ini diharapkan dapat menjadi salah satu peluang usaha masyarakat Desa Wairoiro Indah, sekaligus mendukung peningkatan pendapatan dan penguatan ekonomi lokal.”
Menurutnya, produk tersebut juga dapat dikembangkan secara bertahap melalui peningkatan kualitas, kemasan, pemasaran, serta pengurusan legalitas produk.
Sementara itu, Fasilitator Kecamatan Rukmana Idrus dan Hamiyati menyampaikan bahwa kegiatan pelatihan teknis pengolahan sirup dan melon dilaksanakan atas dasar Perencanaan Partisipatif Pembangunan Ekonomi Kampung Terpadu (P3EK), dengan pendekatan pemetaan dan pengembangan potensi serta permasalahan yang dihadapi masyarakat Desa Wairoiro Indah.

Pelatihan pengolahan sirup dari semangka dan melon juga menjadi bagian dari skala prioritas untuk dilakukan di desa sebagai bentuk upaya Program TEKAD dalam mendorong masyarakat mengembangkan potensi lokal melalui inovasi, keterampilan, pengolahan hasil yang berkualitas, kemasan, pemasaran serta pengurusan legalitas produk agar dapat diterima oleh masyarakat.
“Untuk mewujudkan keberlanjutan usaha ini dibutuhkan kerja sama, kolaborasi dari berbagai pihak, baik pemerintah desa maupun pemerintah daerah atau dinas terkait,” demikian disampaikan dalam kegiatan tersebut.
Pelaksanaan pelatihan mendapat respons positif dari Kepala Desa Wairoiro Indah, Dadan Ramdani, S.Kom. Dalam acara penutupan kegiatan, ia menyampaikan ucapan terima kasih kepada Program TEKAD dan para narasumber yang telah memberikan pelatihan kepada masyarakat mengenai pengolahan sirup dari potensi hasil buah semangka dan melon yang ada di Wairoiro Indah.
Menurut Dadan, kegiatan tersebut sangat menyentuh potensi yang ada di desa. Ia mengatakan, dalam waktu dekat pemerintah desa akan mengeluarkan Surat Keputusan (SK) tentang Kelompok Usaha Kecil Menengah (UKM) yang bergerak di industri rumah tangga pengolahan sirup semangka dan melon.
“Untuk kelompok yang ditetapkan berdasarkan peserta yang telah dilatih, untuk itu dalam mendorong perencanaan usaha yang berkelanjutan kami membutuhkan pendampingan oleh para fasilitator dan para pelatih, sehingga ke depan Desa Wairoiro Indah diharapkan mampu menghasilkan produk olahan khas yang dapat menjadi bagian dari pengembangan ekonomi masyarakat,” ujarnya.
Ia berharap pengembangan produk olahan tersebut dapat mendukung terwujudnya desa yang tematik berbasis potensi pertanian dan produk unggulan lokal, sebagaimana visi dan misi Kepala Desa yang selaras dengan program Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Republik Indonesia (Kemendes PDT RI).
Dengan adanya pelatihan tersebut, masyarakat Desa Wairoiro Indah diharapkan tidak hanya menjadi penghasil bahan pertanian, tetapi mampu mengembangkan hasil panen menjadi produk olahan yang memiliki nilai tambah, membuka peluang usaha baru dan memperkuat perekonomian masyarakat desa.
















